Dark/Light Mode

Survei BI: Pembiayaan Korporasi Catat Kenaikan

Jumat, 18 Desember 2020 13:31 WIB
Gedung Bank Indonesia. (Foto: ist)
Gedung Bank Indonesia. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) merilis survei Permintaan Pembiayaan Korporasi. Hasil survei mengindikasikan berlanjutnya peningkatan kebutuhan pembiayaan hingga tiga bulan yang akan datang, terutama untuk mendukung aktivitas operasional. 

Saldo Bersih Tertimbang (SBT) untuk kebutuhan pembiayaan pada November 2020 dan 3 bulan mendatang tercatat lebih tinggi dari hasil survei bulan sebelumnya. Secara sektoral terutama terjadi pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, Perdagangan Besar dan Eceran, Real Estat, serta Jasa Pendidikan. 

Berita Terkait : Jokowi Minta Penanganan Korupsi Bisa Dongkrak Pengembalian Aset Negara

“Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut secara umum terindikasi akan dipenuhi dari Dana Sendiri (Laba Ditahan),” jelas Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Jumat (18/12).

Kebutuhan pembiayaan untuk responden rumah tangga hingga 3 dan 6 bulan yang akan datang diindikasikan masih terbatas. Bagi responden yang menyatakan berencana untuk menambah pembiayaan, jenis pembiayaan yang akan diajukan terutama Kredit Multiguna (KMG), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Berita Terkait : Ketum Kowani: Peringatan Hari Ibu Momentum Kebangkitan Bangsa

Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru diperkirakan lebih meningkat pada Desember 2020. Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 52,3 persen yang lebih tinggi dibandingkan SBT perkiraan penyaluran kredit baru November 2020 sebesar 13,5 persen. 

Berdasarkan kelompok bank, peningkatan tertinggi diperkirakan terjadi pada BPD dan Bank Umum dengan SBT masing-masing sebesar 56,1 persen dan 52 persen. Sementara berdasarkan jenis penggunaan peningkatan terjadi pada KMK dengan SBT sebesar 51,3 persen. [DWI]