Dark/Light Mode

Ekspor Ke China Nambah, RI Naik Peringkat Di ASEAN

Rabu, 27 Januari 2021 22:43 WIB
Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun. (Foto KBRI Beijing)
Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun. (Foto KBRI Beijing)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sepanjang tahun lalu, ekspor Indonesia ke China mengalami kenaikan dibanding 2019. Kondisi ini membuat Indonesia menduduki peringkat ke-4 di ASEAN sebagai eksportir ke Negeri Panda itu. Ini naik satu level dari peringkat ke-5 pada 2019.

"Bersamaan dengan meningkatnya ekspor yang diikuti penurunan impor, nilai defisit perdagangan Indonesia dengan China menurun," kata Duta Besar Indonesia untuk China merangkap Mongolia, Djauhari Oratmangun dalam keterangan tertulis yang diterima RMco.id, di Jakarta, Rabu (27/1).

Berdasarkan data Kepabeanan China, total nilai perdagangan Indonesia dengan Negeri Tirai Bambu pada 2020 mencapai 78,5 miliar dolar AS. Dari jumlah itu, nilai ekspor mencapai 37,4 miliar dolar AS, tumbuh 10,10% dibandingkan pada 2019.

Adapun nilai impor Indonesia dari China pada 2020 mencapai 41 miliar dolar AS, turun 10,13% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini membuat defisit perdagangan Indonesia dengan China menukik 68,96%. Yang pada 2019 punya nilai defisit 11,7 miliar dolar AS, pada 2020 turun menjadi 3,6 miliar dolar AS.

Baca juga : Longsor Kota Kupang, 2 Warga Meninggal Dunia

"Akibat peningkatan nilai ekspor tersebut, jika pada 2019 Indonesia ada di peringkat kelima di ASEAN, maka kini kita berada di peringkat keempat," terang mantan Dubes Indonesia untuk Rusia dan Belarus itu.

Diplomat yang kerap disapa Pak Djo menegaskan, tahun ini semua pemangku kepentingan di bidang ekspor harus berjuang dan bekerja sama demi menggenjot ekspor produk bernilai tambah tinggi ke China.

"Pada 2021 tentunya bersama-sama kita masih harus berjuang dan bekerja sama untuk terus meningkatkan ekspor produk bernilai tambah ke China, agar prestasi dan kinerja tahun 2021 bisa kita tingkatkan," imbuhnya.

Produk Unggulan

Baca juga : Wajar, Demokrat Naik Pitam

Ada pun produk unggulan dan potensial yang mengalami peningkatan antara lain besi dan baja yang meningkat 134,3%; sarang burung walet meningkat 88,05%; kertas dan produk kertas meningkat 133,25%; kopi, teh, mate dan rempah-rempah meningkat 175,34 %; alas kaki meningkat 19,75 %; minyak atsiri, preparat wewangian, kosmetika meningkat 15,62%.

Selain itu terdapat juga produk keramik yang meningkat 53,08% ; timah dan produk turunannya meningkat 544,07%; aluminium dan produk turunannya meningkat 2.031,53%; buah tropis meningkat 73,8 %; tembaga dan produk turunannya meningkat 56,5%; karet dan produk turunannya meningkat 50,02%.

Produk lain yang juga meningkat ialah produk olahan makanan meningkat 53,2 persen; plastik dan produk turunannya meningkat 42,3 persen; produk tekstil meningkat 1850,89 persen; produk minuman, alkohol dan cuka meningkat 126,6 persen; gula dan kembang gula meningkat 336,03 persen; kaca dan produk turunannya meningkat 33,3 persen; seng dan produk turunannya meningkat 88,5 persen; produk industri penggilingan meningkat 1824,3 persen, dan lainnya.

Perihal realisasi investasi China di Indonesia, sebelumnya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Beijing menempati urutan ke-2 investor asing terbesar di Indonesia. Realisasi investasinya 4,8 miliar dolar AS pada 2020, naik dibanding 2019 dengan nilai 4,7 miliar dolar AS.

Baca juga : Menlu China Tebar Pesona Di ASEAN

Namun nilai tersebut tidak termasuk realisasi investasi Hong Kong yang kembali menempati peringkat ke-3 sebagai penanaman modal asing (PMA) di Indonesia. Kota Pearl of Orien itu, pada 2020, realisasi investasinya 3,5 miliar dolar AS, meningkat dari tahun sebelumnya, 2,9 miliar dolar AS.

Lebih lanjut Djauhari menambahkan, sejumlah investor besar China telah menyatakan komitmennya untuk berinvestasi di bidang energi baru terbarukan yang bakal berperan penting bagi kontribusi Indonesia terhadap industri mobil listrik global. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.