Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pengusaha Ramal Ekspor Oleokimia Tahun Depan Naik 22 Persen
Rabu, 23 Desember 2020 14:02 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) memproyeksikan pasar domestik dan ekspor semakin positif pada 2021.
Ketua Umum APOLIN, Rapolo Hutabarat memprediksi ekspor oleokimia tumbuh berkisar 17-22 persen sehingga rata-rata volume ekspor oleokimia Indonesia akan berada di kisaran 364 ribu sampai 379 ribu ton per bulan.
“Dengan kata lain volume ekspor oleokimia Indonesia tahun 2021 akan berada di kisaran 4,3 sampai 4,6 juta ton,” ujarnya, Rabu (23/12).
Baca juga : Di Tengah Pandemi, Ekspor Oleokimia Tembus 3,5 Juta Ton
Sedangkan pasar domestik berada pada 150 ribu ton per bulan dan untuk tahun 2021 akan tumbuh 10-12 persen. Sehingga volume serapan di dalam negeri berada pada kisaran 165-168 ribu ton per bulan.
"Permintaan global dan domestik tentu sangat dipengaruhi seberapa cepat pemulihan ekonomi di berbagai negara akibat adanya Pandemi Covid-19," ujarnya.
Rapolo menjelaskan, industri oleokimia akan menghadapi sejumlah tantangan di tahun depan yang berkaitan seberapa cepat pemulihan ekonomi dari negara-negara tujuan ekspor utama produk oleochemical Indonesia, seperti India, China, Eropa, Pakistan dan lain-lain. Kalau pemulihan ekonomi negara-negara utama tujuan ekspor tersebut dapat segera pulih, maka ada harapan yang positif atau permintaan produk oleokimia akan tumbuh positif.
Baca juga : Antisipasi Bahaya Cuaca Ekstrim, Kemenhub Terbitkan Maklumat Pelayaran
Untuk menghadapi tantangan tersebut, APOLIN perlu bersinergi dengan pemangku kepentingan lain termasuk pemerintah. Sebagai contoh, diplomat kita di berbagai belahan untuk senantiasa mengkampanyekan industri sawit Indonesia secara umum dan oleokimia secara khusus.
“2021 kami dari APOLIN akan membangun komunikasi dengan fungsi ekonomi kita di berbagai KBRI,” ujarnya.
Selain itu, menurut Rapolo, APOLIN tentu sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah berupa konsistensi regulasi baik dari sisi pungutan ekspor, adanya tax holiday dan tax allowance serta harga gas industri 6 dolar AS per MMBTU di halaman industri. Konsistensi berbagai regulasi tersebut akan memberikan kepastian bagi investor untuk menanamkan modalnya di sektor hilir kelapa sawit di Indonesia.
Baca juga : Sekolah Tatap Muka Di Depok Batal Dilaksanakan Tahun Depan
Saat ini, ada beberapa perusahaan yang sudah beroperasi di Indonesia dan menghubungi APOLIN yang menyatakan niat untuk investasi di sektor oleokimia. Para investor biasanya akan memanfaatkan fasilitas tax holiday dan tax allowance. “Dan lazimnya pihak pemerintah akan mengundang industri untuk menampung berbagai masukan,” pungkasnya. [DIT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya