Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Jelang Puasa Ramadan

Kendalikan Harga Pangan!

Kamis, 25 Maret 2021 07:08 WIB
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)
Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Bulan suci Ramadan kerap menjadi momen kenaikan harga pangan. Politisi Senayan mendorong pemerintah mengantisipasi kenaikan ini, meski inflasi Ramadan tahun lalu rendah

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin berharap, pasokan bahan pokok terjaga menjelang bulan suci Ramadhan. Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Badan Urusan Logistik (Bulog) diminta kompak mengatasi persoalan.

“Saya berharap, pihak-pihak terkait melakukan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga jelang bulan Ramadan. Terlebih, sudah banyak harga kebutuhan pangan yang mulai beranjak naik di berbagai wilayah,” ujar Azis melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Baca juga : Puan Apresiasi Lomba Karya Jurnalistik KWP Angkat Peran DPR Di Tengah Pandemi

Dia mengakui, tingginya permintaan masyarakat terhadap bahan pokok jelang Ramadan hingga Idul Fitri menjadi salah satu faktor penyebab kenaikan harga. Namun, hal itu tidak noleh menjadi alasan tidak terkendalinya pasokan dan harga kebutuhan pokok.

“Kemendag harus menjaga stabilitas, khususnya harga pangan. Persoalan ini harus diantisipasi, dicari solusinya, agar tidak menjadi fenomena tahunan,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Azis meminta pemerintah sigap melakukan intervensi pasar, jika harga bahan pokok melambung tinggi. Sebab, persoalan tersebut akan semakin menyulitkan masyarakat di tengah kondisi perekonomian yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19.

Baca juga : Anggota DPR Minta Kebijakan Rapid Test Ketat Dievaluasi

“Kemendag, Perum Bulog, dan Pemerintah Daerah (Pemda) harus memastikan keamanan stok bahan pangan, serta kemampuan daya beli masyarakat. Tidak boleh ada distribusi pangan yang tersendat, hingga menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga bahan pangan di suatu daerah,” pinta mantan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR ini.

Azis juga mendorong Kemendag, Kementan, dan sejumlah institusi terkait lainnya untuk duduk bersama, serta bersinergi untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Tutup ruang bermain para spekulan. Jangan sampai masyarakat panik, karena kebutuhan pokok langka dan mahal,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan, pemerintah perlu mengantisipasi kenaikan harga pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Terlebih, di akhir April tahun ini beberapa provinsi mengalami defisit sejumlah komoditas pangan, seperti beras, jagung, gula, cabe, bawang putih, bawah merah, dan telur.

Baca juga : Puan Harap Ekonomi Syariah Digenjot Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

“Penyebab defisit ini karenakan provinsi-provinsi tersebut bukan merupakan provinsi penghasil utama komoditas-komoditas tersebut. Ditambah pula dengan proses distribusi yang sempat terhalang, akibat implementasi kebijakan pembatasan sosial,” kata Felippa.

Berdasarkan pantauan CIPS melalui Indeks Bulanan Rumah Tangga (Indeks BU RT), sambung dia, terjadi kenaikan harga pada beberapa komoditas pangan di Indonesia pada November 2020. Komoditas pangan yang mengalami kenaikan signifikan antara lain cabe merah, bawang putih, dan daging ayam.

“Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, indeks harga konsumen mengalami inflasi sebesar 0,28 persen, lebih tinggi dari inflasi Oktober yaitu 0,07 persen. Daging ayam menjadi sumber terbesar inflasi, yaitu sebesar 0,10 persen dan diikuti cabe merah sebesar 0,02 persen,” urai dia.  [ONI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.