Dark/Light Mode

Hannover Messe, Jalan Menuju Indonesia Emas Di Tahun 2045

Selasa, 13 April 2021 08:24 WIB
Tangkapan layar Presiden Jokowi (kanan atas) saat membuka acara pameran Hannover Messe 2021 bersama Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri bawah), Senin (12/4) malam. (Sumber: YouTube)
Tangkapan layar Presiden Jokowi (kanan atas) saat membuka acara pameran Hannover Messe 2021 bersama Kanselir Jerman Angela Merkel (kiri bawah), Senin (12/4) malam. (Sumber: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia bertekad memanfaatkan peluang ekonomi dengan menjadi Partner Country Hannover Messe 2021, yang seluruh rangkaian acaranya digelar secara virtual pada 12-16 April 2021.

Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang menjadi partner country di ajang pameran teknologi industri tahunan terbesar Jerman di dunia.

Acara ini memamerkan berbagai inovasi startup, teknologi informasi (TI), robotika, energi, kendaraan listrik, dan produk teknologi lainnya.

Presiden Jokowi membuka acara pameran ini secara virtual bersama dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Berita Terkait : Jokowi Dan Kaselir Jerman Buka Hannover Messe Malam Ini

“Sebuah kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi negara mitra Hannover Messe 2021 kedua kalinya, setelah 26 tahun lalu. Tema tahun ini adalah transformasi teknologi. Sangat relevan dengan situasi pandemi saat ini, khususnya teknologi digital (menjadi) semakin penting,” kata Presiden Jokowi, secara virtual di Jakarta, Senin (12/4).

Presiden menjelaskan, transformasi teknologi menciptakan momentum, yang bukan saja membawa dunia keluar dari pandemi. Tetapi juga untuk melakukan lompatan besar ke depan.

"Tahun 2045, genap seabad usia kemerdekaan RI, akan menjadi tahun emas bagi Indonesia. Visi besar Indonesia yaitu ‘Indonesia Emas’ akan diwujudkan melalui industri 4.0. Perkembangan ekonomi digital dan industri 4.0 di Indonesia adalah yang tercepat di Asia Tenggara," papar Jokowi.

Total perusahaan rintisan (startup) yang dimiliki Indonesia berjumlah sekitar 2.193. Ini merupakan jumlah kelima terbesar di seluruh dunia. Indonesia memiliki 5 perusahaan unicorn dan 1 decacorn.

Berita Terkait : Hannover Messe Jadi Ajang Pamer Kemampuan Industri Nasional

“Industri ini akan berkontribusi pada PDB Indonesia sekitar 133 miliar dolar AS pada tahun 2025, dengan dukungan 185 juta penduduk Indonesia yang memiliki akses internet, terbesar keempat di dunia. Saya ingin mengajak Jerman untuk bermitra mewujudkan transformasi digital di Indonesia,” ungkap Jokowi.

Sementara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya menuturkan, dalam pameran tahun ini, pemerintah mengusung tema Making Indonesia 4.0.

Sehingga, sebagai Partner Country, Indonesia dapat menampilkan diri sebagai negara emerging yang tengah melakukan transformasi ekonomi menuju industri 4.0 yang berbasis riset dan inovasi.

"Indonesia harus bisa tampil dan menunjukkan eksistensi sebagai negara ekonomi besar," kata Airlangga.

Berita Terkait : Tingkatkan Produktivitas Dalam Negeri, Pengamat Apresiasi Langkah Pemerintah Naikkan KUR Tanpa Jaminan

Pemerintah juga ingin berbagi kepada dunia mengenai peta jalan (roadmap) penerapan industri 4.0 di Indonesia. Pencapaian dalam implementasinya fokus pada 7 sektor prioritas, yakni elektronik, kimia, otomotif, makanan dan minuman, tekstil dan pakaian serta farmasi dan alat kesehatan.

Di sektor kimia, farmasi, dan tekstil, sejumlah perusahaan telah mengimplementasikan industri 4.0 yang memungkinkan efisiensi dan peningkatan daya saing.

Revolusi industri ke-4 yang merupakan perpaduan teknologi dengan mengintegrasikan sumber daya teknologi, mesin, kecerdasan buatan dan manusia, memberikan perubahan besar dalam sektor tersebut.

"Kemandirian Indonesia di sektor industri alat kesehatan dan farmasi merupakan hal penting. Terlebih, dalam kondisi kedaruratan kesehatan seperti saat ini. Sektor tersebut masuk dalam kategori high demand di tengah pandemi Covid-19, pada saat sektor lain terdampak berat,” ujar Airlangga.
 Selanjutnya