Dark/Light Mode

Menperin: Hannover Messe Bangkitkan Industri Nasional

Kamis, 8 April 2021 15:26 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong percepatan penerapan teknologi dan inovasi di era industri 4.0 pada sektor  industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (ILMATE).

“Kegiatan pra-konferensi Hannover Messe 2021 yang mengangkat tema sektor ILMATE menunjukkan peranan penting teknologi dan inovasi pada proses transformasi industri di era industri 4.0 dengan konsep accelarate dan connecting,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasita saat membuka Pra-Konferensi Hannover Mese 2021 untuk sektor ILMATE di Jakarta, Kamis (8/4).

Menurut Agus, berbagai pengalaman dan capaian dalam perjalanan mengimplementasikan Industri 4.0 yang disampaikan oleh para pembicara dalam pre-konferensi diharapkan dapat mendorong para pelaku industri di Indonesia untuk turut mengimplementasikan industri 4.0.

Penerapan industri 4.0 merupakan upaya untuk mencapai target 10 besar ekonomi dunia pada 2030. Pemerintah telah mencanangkan peta jalan Making Indonesia 4.0 pada 2018 untuk mengakselerasi implementasi teknologi industri 4.0 di tanah air.

Berita Terkait : Di Ajang Hannover Messe 2021, Industri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Dalam peta jalan tersebut, terdapat tujuh sektor industri yang ditetapkan sebagai fokus prioritas, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, kimia, elektronika, farmasi, serta alat kesehatan.

Di sektor ILMATE, dukungan terhadap pelaksanaan transformasi industri 4.0 antara lain melalui Program Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Program ini memberikan asesmen kesiapan dan pendampingan kepada perusahaan industri manufaktur dalam implementasi industri 4.0.

“Hingga saat ini telah dilakukan assessment INDI 4.0 terhadap 202 perusahaan otomotif, 28 perusahaan logam, 26 perusahaan elektronika dan 25 perusahaan alat kesehatan,” ujar Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin, Taufiek Bawazier.

Selanjutnya, Kemenperin memberikan Pelatihan Manajer Transformasi Industri 4.0. Pelatihan ini diakui oleh lembaga sertifikasi, dengan kualifikasi yang telah disusun dan disempurnakan sesuai dengan kebutuhan perkembangan industri. “Para lulusannya diharapkan menjadi pemimpin dalam penerapan industri 4.0 di perusahaan masing-masing,” ujar Taufiek.

Berita Terkait : Penerapan Industri 4.0 Kebut Pemulihkan Ekonomi Nasional

Ia menyampaikan, keikutsertaan sejumlah industri ILMATE dalam Hannover Messe 2021 menunjukkan antusiasme sektor industri untuk dapat mempercepat adopsi teknologi industri dan terhubung dengan pasar dan stakeholder yang lebih luas. “Sebanyak 54 perusahaan sektor ILMATE mengikuti pameran Hannover Messe 2021, ini merupakan sektor terbesar di antara yang ditampilkan oleh Indonesia,” jelasnya.

Salah satu co-Exhibitor dari sektor ILMATE yaitu PT. Yogya Presisi Teknikatama Industri akan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Toolcraft AG Jerman untuk kerjasama pengembangan produk mesin pesawat dan alat kesehatan (implant). Penandatanganan MoU akan dilakukan sebelum pembukaan resmi Pameran Hannover Messe 202, disaksikan oleh Presiden Jokowi.

“Hal ini untuk mendukung program substitusi impor yang telah dicanangkan oleh Bapak Menteri Perindustrian,” papar Taufiek.

Sedangkan pada pra-konferensi HM 2021 hari ini, hadir lima industri dari sektor ILMATE sebagai pembicara, yaitu PT. Wika Industri Makmur (alat angkut), PT. Zenith Allmart Precisindo (alat kesehatan), PT. Uncal Digital Technology (industri elektronika), PT. Voksel Elektrik (industri logam), serta PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (produsen AMMDes).

Berita Terkait : Pemerintah Perlu Tingkatkan Daya Saing Industri Gula Nasional

“Kami mengharapkan pra-konferensi yang menghadirkan industri terkemuka dalam penerapan teknologi 4.0 tersebut dapat memberikan lesson learn Transformasi digital yang berguna bagi seluruh stakeholder dalam rangka implementasi industry 4.0,” ujarnya. [DIT]