Dark/Light Mode

Di Ajang Hannover Messe 2021, Industri Indonesia Siap Unjuk Gigi

Rabu, 7 April 2021 06:45 WIB
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita . (ist)
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita . (ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Keikutsertaan Indonesia dalam Official Partner Country pada Hannover Messe 2021 Digital Edition bertujuan untuk membagikan kepada dunia mengenai pencapaian dalam implementasi peta jalan penerapan industri 4.0 di dalam negeri.

Gelaran yang mengusung tema Making Indonesia 4.0 ini akan menjadi ajang pameran teknologi terbesar di dunia untuk mendorong keterhubungan Indonesia dengan jejaring rantai suplai global.

“Kami juga mendorong terjadinya transfer teknologi melalui keikutsertaan Indonesia dalam Hannover Messe 202,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka Pra Konferensi Indonesia Partner Country Hannover Messe 2021 secara virtual, kemarin.

Baca juga : Ciptakan Lagu, Yanti Airlangga Hartarto Ingin Industri Musik Indonesia Maju

Agus mengatakan, dalam masa pandemi yang mengubah gaya hidup, cara berinteraksi, hingga aktivitas ekonomi masyarakat, keikutsertaan Indonesia dalam Hannover Messe 2021 yang kali ini diselenggarakan secara digital, memberikan keleluasaan.

Menurutnya, kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country secara digital akan berlangsung selama setahun, hingga berganti Partner Country Hannover Messe dari negara mitra lainnya.

“Dalam Hannover Messe 2021, kita juga menunjukkan akselerasi digital yang dilakukan sektor industri di Indonesia, yang juga dipicu adanya pembatasan pergerakan dan interaksi di masa pandemi. Di titik inilah industrial revolution menemukan momentumnya” jelasnya.

Baca juga : Diramal Tumbuh 3 Persen, Industri Baja Keras Lagi

Perusahaan industri di Indonesia menunjukkan kesiapannya menghadapi pandemi Covid-19. Termasuk dengan memanfaatkan teknologi Industri 4.0, sehingga tetap menjaga aktivitas produksinya.

Sementara di tengah pandemi, realisasi investasi sektor industri pada periode 2020 mencapai Rp 272,9 triliun, atau bertumbuh 26 persen dari 2019 sebesar Rp 216 triliun.

Selain itu, pada Maret 2021, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di level 53,2 atau meningkat sebesar 2,3 poin dari Februari 2021.

Baca juga : Mantap, Tiga Wakil Indonesia Lolos Delapan Besar

Peningkatan PMI manufaktur Maret 2021 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Agus yakin hal itu menunjukkan pemulihan ekonomi Indonesia akan semakin cepat. Diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pada tahun 2021. [KPJ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.