Dark/Light Mode

Bilang Ekonomi Mulai Bangkit

Sri Mulyani Tunjukin Angka-angka

Rabu, 21 April 2021 07:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Facebook/@smindrawati)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Facebook/@smindrawati)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengklaim, perekonomian Indonesia mulai bangkit. Untuk meyakinkan omongannya itu, Sri Mulyani pamer angka-angka.

Sejak awal bulan kemarin, Sri Mulyani tak bosan-bosan mengabarkan soal perekonomian yang berangsur pulih. Hampir dalam setiap pertemuan, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, selalu menceritakan berbagai indikator ekonomi yang membaik.

Begitu pula saat dia membuka acara Konferensi 500.000 UMKM Baru secara daring, kemarin. Dalam pertemuan bertajuk “Memacu Ekspor UMKM” itu, Sri Mulyani kembali menceritakan optimismenya terhadap pemulihan ekonomi.

Berita Terkait : Sri Mulyani Pede, Di 2030 Kita Punya 500 Ribu Eksportir

Kata dia, pemulihan ekonomi itu mulai berjalan seiring aktivitas bisnis para pelaku usaha di dalam negeri. Hal ini ditunjukkan dari kinerja ekspor pada Maret 2021. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia tumbuh 30,47 persen secara tahunan. Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan ini tergolong tinggi dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, kata Sri Mulyani, neraca perdagangan Maret 2021 tercatat surplus 1,57 miliar dolar AS. Angka itu lebih tinggi daripada surplus di periode sama tahun lalu yang hanya 570 juta dolar AS. Rinciannya, ekspor Indonesia pada bulan Maret 2021 tercatat 18,35 miliar dolar AS atau tumbuh 30,47 persen dari tahun lalu.

Pertumbuhan ini paling tinggi dalam dua tahun terakhir, terutama dibandingkan saat masa awal pandemi. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan ekspor yang tinggi baik dari sektor pertanian, industri, maupun tambang.

Berita Terkait : Jokowi Bilang Begitu, Mari Kita Aminkan

Sementara impor Indonesia pada bulan Maret 2021 tercatat 16,79 miliar dolar AS atau tumbuh 25,73 persen. Realisasi ini didorong oleh kenaikan impor barang konsumsi, barang penolong, maupun barang modal.

Sri Mulyani menjelaskan, kinerja ekspor yang membaik tidak hanya tergantung pada pemerintah pusat atau daerah. Tapi juga paling penting adalah sektor swasta. Dengan perbaikan kinerja ekspor ini, dia yakin pemulihan ekonomi sudah di depan mata.

“Kenaikan ekspor ini menunjukkan pulihnya dan bangkitnya kembali perekonomian Indonesia dan pelaku ekonomi Indonesia serta pulihnya kembali perekonomian dunia,” ujar Sri Mulyani.

Berita Terkait : Sri Mulyani: Negara Tetangga Dekat Kita Semua Tersungkur

Ia berharap, tren ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Melihat indikator itu, dia yakin target pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua sebesar 7-8 persen dan 5 persen secara tahunan, bisa terealisasi.

Sri Mulyani berharap, para pelaku UMKM memanfaatkan perbaikan ekonomi ini untuk menembus pasar global. Apalagi Indonesia terus melakukan perjanjian dagang (free trade agreement/FTA) dengan negara dunia.
 Selanjutnya