Dark/Light Mode

Eventori-Kominfo Bagikan 1.000 Paket Solidaritas Untuk Pelaku Industri Hiburan

Kamis, 29 April 2021 21:57 WIB
Dari kiri: Agnez Mo, Menkominfo Johnny G Plate, dan CEO Eventori Rio Abdurrachman dalam buka puasa bersama dan penyerahan bantuan solidaritas pelaku industri hiburan yang dilaksanakan Eventori, di Jakarta, Rabu (28/4). (Foto: Istimewa)
Dari kiri: Agnez Mo, Menkominfo Johnny G Plate, dan CEO Eventori Rio Abdurrachman dalam buka puasa bersama dan penyerahan bantuan solidaritas pelaku industri hiburan yang dilaksanakan Eventori, di Jakarta, Rabu (28/4). (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Solidaritas ini sifatnya sementara saja. Yang kami harapkan, vaksinasi dapat terlaksana secara luas, sehingga banyak industri bangkit kembali, termasuk industri hiburan, sehingga banyak pekerja yang dapat kembali terlibat,” ujar Rio.

Ketua IMARINDO Nanda Persada menyambut baik aksi solidaritas yang digelar Eventori. Menurutnya, kolaborasi memang merupakan spirit di industri hiburan.

Baca juga : Ajinomoto Berbagi Resep Memasak dan Aktifitas Fisik Selama Pandemi di Bulan Ramadan

“Walau kadang-kadang kita bersaing secara bisnis, tapi semangat utama di industri hiburan ya kolaborasi. Kita biasa kok ‘lempar-lemparan’ pekerjaan cuma lewat WA atau telepon. Atau minta tolong pas ada satu bagian dari satu pekerjaan yang kita nggak bisa kerjain sendiri, kita oper ke teman-teman. Saya senang sekali bisa jadi bagian dari aksi solidaritas pelaku industri hiburan yang digalang Eventori,” kata Nanda.

Eventori berdiri pada 2 Februari 2020. Tujuan utamanya adalah membuka akses yang luas bagi talenta industri hiburan dari seluruh daerah untuk mendapatkan kesempatan tampil dan naik kelas. Saat ini, sudah 1.800 talenta dan vendor industri hiburan terdaftar di booking platform Eventori. Platform ini juga telah mengantarkan tiga penyanyi memasuki industri rekaman.

Baca juga : Kosgoro 1957 Bagikan 10 Ribu Paket Buka Puasa Selama Ramadan

Novel Grafis Internasional Agnez Mo
Agnez Mo, co-founder Eventori, hadir di acara tersebut dan berbagi cerita tentang novel grafis atau komik yang diadaptasi dari video musiknya “Long As I Get Paid”. Video musik yang lekat dengan nuansa Nusantara itu diproduksi di Amerika Serikat pada 2017.

Komik berjudul “Don’t Wake Up” ini akan diterbitkan pada November tahun ini oleh Z2 Comics yang berkantor pusat di New York AS. Komik ini merupakan hasil kerja sama Agnez sebagai kreator dengan sejumlah seniman, Peter V Nguyen dan Andreas Labrada di bagian ilustrasi; Karla Pacheco yang menulis cerita komiknya; Camilla Zhang selaku editor; John McGuinness, Gabe Sapienza, N. Steven Harris sebagai print artist; dan Tyler Boss yang merancang sampul.

Baca juga : Ajak Masyarakat Berbagi, Cadbury Bagikan 10.000 Paket Makanan dan Cokelat

“Saya selalu menikmati storytelling. Apakah melalui lagu yang saya tulis maupun video musik yang saya sutradarai. Saya sangat excited dengan dunia baru novel grafis ini. Sangat menyenangkan memformulasikan fantasi yang awalnya dibuat untuk lagu saya dan menjelma menjadi nyata dalam wujud karakter komik. Saya sangat bangga dan nggak sabar ingin menyampaikannya kepada fans saya,” kata Agnez.

Menurut Agnez, salah satu yang membuat Z2 Comics tertarik membuat novel grafis adalah nuansa etnis Nusantara dari pakaian, hiasan kepala, hingga senjata berupa keris yang ditampilkan di video musik tersebut. Pada akhir acara, Agnez menyerahkan satu buah sampul novel grafis yang telah ditandatangani kepada Plate. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.