Dark/Light Mode

Hingga April, Ekspor Ikan Kerapu Tembus 50 Ton

Kamis, 13 Mei 2021 11:55 WIB
Ikan Kerapu. (Foto: ist)
Ikan Kerapu. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengatakan ikan kerapu hasil budidaya laut di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi salah satu idola ekspor sektor kelautan dan perikanan nasional.

"Meski pandemi, ekspor perikanan nasional masih jalan terus. Selain udang, ikan kerapu juga menjadi salah satu komoditas andalan ekspor kita. Seperti ikan kerapu hasil budi daya Kabupaten Natuna yang terus berjalan meskipun pandemi," kata Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto di Jakarta, Kamis (13/5).

Menurut Slamet, sesuai dengan apa yang telah disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budi daya laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional.

Berita Terkait : BKIPM Bagikan 2 Ton Ikan Ke Santri Di Majalengka

Untuk itu, KKP juga akan terus mendorong potensi budi daya ikan kerapu karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Ini peluang emas, karena dengan ekspor yang terus meningkat dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir, dan geliat ekonomi masyarakat pada umumnya," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa permintaan pasar untuk ikan kerapu di negara tujuan ekspor kembali terbuka dan menunjukkan tren yang mulai meningkat sehingga penting untuk saling berkoordinasi dan bersinergi dalam mengembangkan budidaya laut agar aktivitas ekspor ikan kerapu bisa terus berjalan dengan lancar.

Baca Juga : Di Ohio, Sudah Divaksin Bakal Dapat Hadiah Rp 14 Miliar

Selain itu, ujar dia, dengan meningkatnya kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara. Untuk itu, KKP terus berupaya menggenjot ekspor untuk komoditas unggulan budidaya, termasuk ikan kerapu.

"Sebagai sektor strategis berbasis pangan tentu akuakultur harus mampu berkontribusi lebih besar mendorong pertumbuhan ekonomi. KKP terus berupaya melakukan pengembangan budidaya di kawasan-kawasan potensial guna menggenjot produksi perikanan budi daya," ujarnya.

Salah satu dari kawasan potensial tersebut, lanjutnya, adalah di Kabupaten Natuna merupakan kabupaten yang memiliki potensi budi daya ikan laut dan posisinya dekat dengan Hong Kong maka akan meningkatkan kinerja ekspor, tentunya secara bersamaan akan menaikkan devisa negara di tengah menurunnya pendapatan negara dari ekspor.

Baca Juga : ICC Duga Israel Lakukan Kejahatan Perang

Slamet mengungkapkan, meskipun pandemi belum berakhir, Kabupaten Natuna dapat terus memenuhi permintaan ekspor ikan laut hasil budi daya ke Hong Kong. Hingga April 2021 telah melakukan aktivitas ekspor ikan laut sebanyak empat kali dengan total mencapai kurang lebih 50,8 ton. [DIT]