Dark/Light Mode

PT KCIC Siap Alih Teknologi Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Jumat, 4 Juni 2021 10:04 WIB
Mesin pengangkat girder. Casting Yard#1 Cikarang Barat. (Dok. PT KCIC)
Mesin pengangkat girder. Casting Yard#1 Cikarang Barat. (Dok. PT KCIC)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan siap melakukan alih teknologi/transfer teknologi kepada para pekerja. Ini penting dilakukan karena proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menerapkan teknologi tinggi dan bakal menjadi kereta tercepat pertama di ASEAN.

Corporate Secretary PT KCIC Mirza Soraya menyebutkan, proses pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) mayoritas dilakukan oleh putra daerah. 

Untuk keterlibatan tenaga asing, mereka bertugas sebagai tenaga ahli untuk aspek-aspek pekerjaan dengan metode atau teknologi yang sama sekali baru diaplikasikan di Indonesia. 

Berita Terkait : Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah Yang Dilintasi

"Mengingat proyek Kereta Cepat dengan teknologi tinggi ini adalah yang pertama di Indonesia dan Asia Tenggara," tutur Mirza.

Karena menerapkan teknologi tinggi, maka PT KCIC juga memastikan akan melakukan transfer teknologi. Transfer knowledge ini dilakukan bukan hanya pada para pekerja, tetapi juga pada akademisi dan institusi pendidikan lainnya. 

"Teknologi yang digunakan dalam pembangunan KCJB adalah teknologi yang belum pernah digunakan di Indonesia sebelumnya, maka dari itu banyak hal baru dan membutuhkan tenaga ahli," imbuh Mirza.

Berita Terkait : PT KCIC Pede Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bisa Ngacir Akhir Tahun 2022

Mirza berharap, tahapan pembangunan bisa berjalan tepat waktu. la meminta dukungan masyarakat dan berbagai pihak agar proses pembangunan KCJB berjalan dengan baik dan bisa berjalan sesuai dengan yang sudah direncanakan. 

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang menerapkan teknologi tinggi bisa menjadi suatu lompatan yang baik bagi Indonesia.

"Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini adalah suatu lompatan tertentu bagi Indonesia dalam segi teknologi pembangunan. Dari yang tadinya belum bisa, sekarang menjadi bisa. Lompatan ini hendaknya kita maknai secara baik," kata Budi Karya Sumadi dalam siaran pers, (11/4/2021).

Berita Terkait : Jokowi Happy, Kereta Cepat Bisa Diuji Coba Tahun Depan

Menurut Menhub, kerja sama proyek berteknologi tinggi ini perlu diikuti dengan transfer knowledge antara kedua belah pihak, sehingga para pekerja di Indonesia bisa menambah pengetahuan tentang teknologi tersebut dan sebaliknya. "Proses transfer knowledge ini menjadi suatu keharusan dan dijalankan secara simultan,” katanya. [FAZ]