Dark/Light Mode

Lutfi Kebut Penyelesaian Perundingan Perdagangan Jasa dengan Chile

Senin, 7 Juni 2021 14:09 WIB
Mendag Muhammad Lutfi (tengah) melakukan pertemuan bilateral dengan Wamendag Chile Rodrigo Alejandro Yáñez Benítez, di Moskow, Rusia. (Foto: Dok. Kemendag)
Mendag Muhammad Lutfi (tengah) melakukan pertemuan bilateral dengan Wamendag Chile Rodrigo Alejandro Yáñez Benítez, di Moskow, Rusia. (Foto: Dok. Kemendag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Chile Rodrigo Alejandro Yáñez Benítez, di Moskow, Rusia. Pertemuan dilakukan untuk meningkatkan perdagangan dengan mengoptimalkan implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile (IC-CEPA) serta mempercepat penyelesaian perundingan perdagangan jasa.

"IC-CEPA merupakan satu-satunya CEPA yang dimiliki Indonesia dengan negara di Benua Amerika. Untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, Indonesia terus melakukan sosialisasi secara berkala dan mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk mengoptimalkan pemanfaatan IC-CEPA. Upaya ini juga dilakukan Chile," jelas Lutfi, seperti dikutip Antara, Senin (7/6).

IC-CEPA diimplementasikan sejak 10 Agustus 2019. Pada 2020, Indonesia mengekspor sejumlah komoditas dengan menggunakan IC-CEPA.

"Pada 2020, sebesar 80 persen dari total 144 juta dolar AS (setara Rp 2,05 triliun) ekspor Indonesia ke Chile memanfaatkan skema preferensi IC-CEPA. Antara lain untuk alas kaki, barang rajutan, barang dari kulit, pakaian jadi bukan rajutan, serta perabotan dan penerangan rumah," beber Lutfi.

Indonesia dan Chile sepakat melakukan perundingan perdagangan jasa dalam kurun waktu satu tahun. Tim negosiasi sedang dalam proses perundingan untuk mengejar target penyelesaian yang sudah disepakati kedua pihak. "Kami berharap perundingan perdagangan jasa dapat dimulai pada pertengahan 2021 seperti yang telah ditargetkan sehingga akan lebih banyak potensi yang dapat dipetik kedua pihak," ucap mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ini.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang diolah Kemendag, total perdagangan Indonesia dan Chile pada 2020 tercatat sebesar 253,6 juta dolar AS (setara Rp 3,61 triliun) . Ekspor Indonesia ke Chile sebesar 144,7 juta dolar AS (Rp 2,05 triliun) dan impor Indonesia dari Chile sebesar 108,9 juta dolar AS (setara Rp 1,56). [USU]