Dark/Light Mode

Terminal Penumpang Masih Pake Tenda

AP II Evaluasi Operasional Bandara JB Soedirman...

Sabtu, 19 Juni 2021 05:30 WIB
President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. (Foto: Istimewa)
President Director Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
“Pertemuan sudah dilakukan. Dan dalam waktu dekat, atau akhir Juni ini direncanakan Wings Air akan membuka rute Jakarta - Purbalingga - Semarang dan Semarang - Purbalingga – Jakarta,” kata Awal, Minggu (13/6).

Ia berharap, dengan bertambahnya rute dari dan menuju Bandara JB Soedirman dapat semakin mendukung aktivitas masyarakat termasuk mendukung UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) di Purbalingga dan sekitarnya.

Pengamat Aviasi dan Bisnis Penerbangan Gatot Raharjo menyesalkan terminal penumpang di bandara JB Soedirman yang masih menggunakan tenda sementara.

Baca juga : KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Tersangka Suap Banprov Indramayu

“Mengapa gedung terminal belum jadi, tapi penerbangan sudah dioperasikan? Apalagi di tengah pandemi Covid yang harusnya membatasi mobilitas penduduk,” kritik Gatot kepada Rakyat Merdeka.

Apalagi, lanjutnya, dalam PM (Peraturan Menteri) Perhubungan 127 Tahun 2015 tentang Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN), untuk menjaga keamanan bandara harus ada batas yang jelas antar area. Terutama, antara area terbatas yang harus steril. Misalnya apron, ruang tunggu dan lainnya dengan area yang tidak terbatas seperti area lobi, check-in, dan ruang lainnya.

Artinya, papar dia, bila pembangunan bandara belum seluruhnya selesai, jangan dioperasikan untuk komersial. Sebab, keberadaan terminal di bandara bukan sekedar untuk menampung penumpang.

Baca juga : Kawal Pengetatan Perjalanan, Bandara AP II Sesuaikan Jam Operasional Penerbangan

“Bandara itu belum ada terminalnya, masih tenda. Ada hazard keamanan di situ. Artinya, potensi untuk jadi tidak aman itu besar. Mengapa tidak menunggu beberapa bulan saja sampai terminal jadi. Urgensinya apa,” tanyanya.

Menurut Gatot, terminal penumpang yang masih berbentuk tenda itu mudah disusupi seseorang mau menyelundupkan sesuatu.

Selain itu, tenda juga gampang rusak. Sehingga, seharusnya digunakan hanya untuk darurat saja. Karena itu, lanjutnya, jangan sampai demi membangkitkan perekonomian di suatu daerah, mengenyampingkan hal yang utama, yaitu keselamatan dan keamanan.

Baca juga : Kemarin, AP I Catat Penumpang Hanya 7.358 Orang Di 15 Bandara

“Ada yang namanya selamat, aman, nyaman (bisnis). Jangan dibalik. Nomor satu, keselamatan, terakhir baru bisnisnya,” imbuhnya.

Selain itu, jadwal penerbangan dari atau ke bandara di Purbalingga ini juga diharapkan ada penyesuaian bila ingin mengincar orang-orang yang berwisata.

“Slot penerbangannya juga nggak bagus buat wisatawan, Kamis-Sabtu. Kalaupun saat ini sudah 70 persen load factor-nya, mungkin karena masih baru, coba tunggu tiga bulan ke depan,” tutupnya. [IMA]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.