Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandeng ITS, BGR Logistics Ubah Minyak Jelantah Jadi Biodiesel Dan Gliserin
Selasa, 29 Juni 2021 23:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengelola minyak jelantah menjadi Biodiesel dan Gliserin.
Direktur Utama BGR Logistics M. Kuncoro Wibowo mengatakan, kedua pihak berencana membangun Teaching Factory Integrated Biodiesel Laboratory. Tempat ini akan menjadi sarana pembelajaran dan penelitian mahasiswa dan atau civitas akademika ITS dalam mengelola minyak jelantah menjadi BBN Biodiesel dan Gliserin.
Untuk itu, keduanya telah menandatangani kerja sama operasi (KSO) dan segera membentuk tim untuk merealisasikan kerja sama pengembangan produksi bahan bakar nabati sendiri.
"Hasil produksi mini plant Biodiesel (sesuai SNI/Standar Nasional Indonesia) akan digunakan sebagai bahan bakar kendaraan BGR Logistics atau komersialisasi produk Biodiesel dan Gliserin yang dilakukan oleh ITS," ujarnya, Selasa (29/6).
Baca juga : Perkuat Warung Pangan, BGR Logistics Gandeng TaniHub Group
Ia menilai, diperlukan inovasi terkait daur ulang minyak jelantah yang potensi ke depannya sangat besar bagi masyarakat dan lingkungan. Hal ini sekaligus mempertimbangkan, kebutuhan bahan bakar yang sangat tinggi bagi armada truk untuk menunjang mobilitas bisnis BGR Logistics.
“Kami yakin kebutuhan bahan bakar di Indonesia sangat tinggi, tidak terkecuali armada BGR Logistics sehingga dibutuhkan alternatif bahan bakar pengganti,” katanya.
Ketika kendaraan BGR Logistics dapat memanfaatkan hasil olahan ini untuk bahan bakar, maka biaya operasi dapat ditekan dan pelanggan dapat mendapatkan biaya logistik yang lebih efisien lagi. Selain itu, kerja sama ini juga dapat meningkatkan nilai tambah serta menambah portofolio jasa BGR Logistics untuk ke depannya.
Sementara bagi ITS memberikan nilai tambah terkait pemanfaatan Teaching Factory Mini Plant untuk pembelajaran dan penelitian pengelolaan Minyak Jelantah menjadi Biodiesel dan Gliserin.
Baca juga : BGR Logistics Gaet VIDA Permudah UMKM Jadi Mitra Warung Pangan
"Mereka dapat menjualnya kepada kita untuk diolah menjadi biodiesel dan gliserin. Jadi, potensi pencemaran lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah ini dapat ditekan dan diminimalisir," terangnya.
Wakil Rektor IV ITS, Bambang Pramujati mengatakan, program kerja sama ini merupakan mini plan terhadap sarana pembelajaran dan penelitian. Yakni, dalam pengelolaan hingga produksi bahan bakar nabati biodiesel dan gliserin dengan bahan baku minyak jelantah.
“Minyak jelantah merupakan salah satu limbah yang banyak diproduksi terlebih dari industri pangan,” tuturnya.
Nantinya, proses pelaksanaan dilaksanakan sebanyak dua tahap, yakni pada tahap pertama akan dilakukan riset pengelolaan yang sesuai dengan SNI. Kemudian dilanjutkan dengan proses produksi, utilisasi, hingga komersialisasi.
Baca juga : Gandeng Shell Indonesia, Lazada Logistics Bantu Mobilitas Mitra Kurir
“ITS memperkirakan mampu memproduksi 1.000 liter setiap 5 jam produksi. Rencana utama daerah sasaran adalah kawasan Sains Techno Park (STP) ITS pada klaster otomotif," tutupnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya