Dewan Pers

Dark/Light Mode

PPKM Darurat, Erick Pastikan Pasokan Listrik Aman

Rabu, 7 Juli 2021 07:05 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat sidak ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7). (Foto: Humas BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) saat sidak ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7). (Foto: Humas BUMN)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri BUMN Erick Thohir memastikan pasokan listrik untuk Pulau Jawa dan Bali aman, selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlangsung.

Hal itu disampaikan Erick, saat melakukan inspeksi mendadak ke PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban (UIP2B) di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/7).

Dalam inspeksi tersebut, Menteri Erick Thohir ingin memastikan ketersedian suplai listrik ke masyarakat, yang selama PPKM Darurat akan lebih banyak berada di rumah. Serta untuk kebutuhan vital lainnya bagi semua sektor pelayanan kesehatan. Mulai dari Wisma Atlet, rumah sakit, hingga Puskesmas yang berada di Pulau Jawa dan Bali.

Berita Terkait : Penyaluran Bansos PPKM Darurat Dianggap Lebih Baik Daripada PSBB

"Dalam kondisi seperti ini, kami ingin memastikan hal-hal yang terkait kebutuhan dan hajat hidup masyarakat terjamin pelayanannya. Jangan sampai, di saat masyarakat harus berdiam dan bekerja dari rumah, pabrik oksigen, atau rumah sakit serta pusat-pusat layanan kesehatan yang tengah merawat para pasien Covid-19, mengalami gangguan pasokan listrik yang kritikal dan sangat dibutuhkan," papar Erick.

PLN UIP2B merupakan salah satu unit PLN yang bertugas mempertahankan keandalan listrik, dan menjadi unit pengelola daya terbesar dengan menggunakan fasilitas modern di Indonesia.

Di saat puncak kebutuhan masyarakat, seperti lebaran atau tahun baru, PLN UIP2B mampu mengelola total konsumsi energi listrik hingga 139.179.000 Mega Watt Hour.

Berita Terkait : PPKM Darurat, Kemendagri Minta Pemda Percepat Penyaluran Bansos

Total pembangkitan yang dikelolanya mencapai 34.997 Mega Watt dan Beban Tertinggi Sistem mencapai 27.563 Mega Watt.

"Serupa ketika kemarin, saya mengecek ketersediaan obat terapi Covid di beberapa apotek Kimia Farma di ibu kota, saat ini saya ingin mendapat kepastian soal pasokan listrik. Inilah salah satu tanggung jawab BUMN untuk memastikan kebutuhan utama masyarakat terpenuhi," tutur Erick.

"Melalui sidak ini, saya juga ingin melihat bagaimana penjaga gardu PLN bekerja tanpa henti, demi menjamin suplai listrik bagi rakyat. Namun tetap menjalankan prokes yang ketat," tandasnya. [HES]