Dark/Light Mode

Oktannya Tinggi, Pakai Pertamax Cs Bikin Hemat Biaya Servis Kendaraan

Kamis, 15 Juli 2021 14:30 WIB
Pertamax Cs. (Foto: ist)
Pertamax Cs. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penggunaan BBM dengan nilai oktan tinggi seperti Pertamax cs akan membuat mesin kendaraan lebih bersih dan awet. Dengan begitu biaya servis kendaraan jadi lebih hemat.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, kendaraan yang menggunakan BBM oktan rendah, dampak yang dirasakan yakni mesin menjadi tidak awet. "Kendaraan kita jadi sering ke bengkel untuk perawatan kalau pakai BBM oktan rendah itu bisa," katanya. 

Berbeda, bila menggunakan BBM dengan oktan tinggi, justru membantu pengeluaran konsumen itu sendiri dalam melakukan perawatan. "Biaya perawatan berkurang serta tidak perlu sering-sering mengisi BBM karena jarak tempuh lebih jauh dan irit," ungkap dia.

Ia berharap, pemerintah terus mensosialisasikan manfaat dari penggunaan BBM oktan tinggi dan perlu menggandeng komunitas-komunitas kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat dalam upaya sosialisasi tersebut. 

Berita Terkait : Diapresiasi, Langkah Pertamina Bantu Pemerintah Atasi Kekurangan Oksigen

"Sosialisasi bisa juga dengan berbagai macam gimmick atau undian agar masyarakat beralih ke BBM oktan tinggi seperti saat ini," usulnya. 

Upaya-upaya itu, lanjut Mamit, harus diteruskan dan dijaga serta dikembangkan dengan inovasi-inovasi lain, sehingga semakin menarik bagi konsumen. Hal yang tidak kalah penting adalah pelayanan di SPBU harus semakin di tingkatkan. 

Pemilik bengkel Ferdi Motor Sport (FMS), Dedy Sexh mengatakan, semakin tinggi kandungan oktannya, maka semakin baik kualitas BBM dan performa yang akan dihasilkan oleh mesin.

"Performa mesin lebih baik, dan tidak meninggalkan timbal atau kerak. Berbeda kalau kita menggunakan Pertalite dan Premium, itu ada semacam kerak yang menempa di slinder headnya," ujarnya, Kamis (15/7).

Berita Terkait : Penggunaan BBM Oktan Tinggi Bikin Kesehatan Warga Terjaga

Dedy mengatakan, penggunaan BBM dengan oktan rendah biasanya akan meninggalkan kerak atau timbal. Yang pada akhirnya akan membuat performa mesin lebih lambat dan cenderung boros pada BBM.

"Itu bisa dilihat kalau dibongkar, seher yang menggunakan BBM bagus dan tidak, itu kelihatan kalau dibongkar. Yang menggunakan BBM oktan bagus, nggak ada kerak, tapi kalau pakai oktan rendah itu terlihat sekali, ada kerak," kata dia.

Ia menuturkan, produk-produk Pertamax Series mampu melindungi mesin lebih awet dan tahan lama karena pembakaran yang lebih efesien dan bebas karat. Serta, meningkatkan akselerasi atau kecepatan kendaraan, membuat mesin lebih responsif.

Selain itu, produk Pertamax juga merupakan produk yang ramah lingkungan karena kandungan sulfur yang rendah sehingga buangan gas emisi dengan karbon lebih sedikit. Untuk kandungan sulfur Pertamax maksimal 500 ppm, sementara kandungan sulfur Pertamax Turbo tidak lebih dari 50 ppm dengan kata lain setara Euro IV. 

Berita Terkait : Pesan Sandi Ke Generasi Milenial: Pakai Medsos Untuk Ciptakan Hal Bermanfaat

Karenanya, dia menyarankan, penggunaan BBM dengan kualitas baik lebih digencarkan oleh pemerintah, mengingat di negara-negara besar sudah tidak lagi menggunakan BBM dengan oktan rendah.

Hal ini diamini Instruktur Mekanik Bengkel Honda Sanggar Laut Group, Muh Arief Munafri, bahwa banyak pelanggan yang mengeluhkan dampak dari penggunaan BBM oktan rendah.

"Pelanggan awam paham mengisi bahan bakar, tapi tidak paham apa yang buat mobil bisa jalan dengan performa maksimal dan bikin awet mesin kendaraan," akunya. [IMA]