Dark/Light Mode

Sandi Dorong Milenial Ambil Peluang

Wow, Potensi Ekonomi Syariah Capai 2,2 Triliun Dolar AS

Jumat, 16 Juli 2021 14:28 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah kondisi sulit akibat pandemi Covid-19, sektor ekonomi syariah justru mengalami pertumbuhan signifikan. Hal ini menandakan besarnya potensi ekonomi syariah untuk mencetak peluang usaha, sekaligus lapangan kerja di masa depan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, ekonomi syariah telah melewati tahap sangat strategis. Buktinya, terlihat dari segi kinerja, ekonomi syariah secara umum yang bertumbuh 5,72 persen sejak 2019.

Baca juga : Puan Dorong Kadin Terus Berkontribusi Pulihkan Ekonomi Nasional

Pertumbuhan itu berkat topangan makanan halal, fashion, pertanian, dan sejumlah lini sektor ekonomi syariah. "Potensi pasar industri halal, saya melihat kita kembali kepada kebutuhan pokok," kata Sandi, dalam keterangannya, Jumat (16/7).

Karenanya, dia berharap kaum milenial dapat mengambil peluang sekaligus menancapkan sebagai pilar sentral dalam ekosistem perekonomian syariah dunia. "Saya melihat estimasi konsumsi umat Muslim ada 2,2 triliun dolar Amerika Serikat (setara Rp 31.878 triliun). Ini luar biasa sekali. Ini dua kali besarnya dari ekonomi Indonesia. Saya yakin ini akan menembus jumlah 3 triliun dolar AS (setara Rp 43.471 triliun) pada 2024," jelas mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta. 

Baca juga : Asbisindo Dorong Bank Syariah Dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Kata Sandi, ekonomi syariah merupakan simbol ekonomi yang berkeadilan, yang bisa memberikan pemerataan, keberlanjutan, dan keberpihakan ekonomi kepada masyarakat. "Satu peluang yang sangat dinanti-nantikan masyarakat, menghadirkan perekonomian yang berkeadilan," imbuhnya.

Sandi menambahkan, Indonesia kini dihadapkan dengan situasi VUCA alias volatility, uncertainty, complexity, and ambiguity. "Diharapkan kepada semua pihak untuk bisa meningkatkan tiga hal, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi," bebernya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.