Dewan Pers

Dark/Light Mode

Awal Pekan, Rupiah Masih Nggak Bertenaga

Senin, 26 Juli 2021 09:55 WIB
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)
Rupiah dan dolar AS. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pagi ini, nilai tukar rupiah masuk zona merah. Rupiah melemah 0,08 persen ke level Rp 14.505 per dolar Amerika Serikat (AS), dibanding perdagangan Jumat (23/7) di level Rp 14.493 per dolar AS.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama mayoritas mata uang lainnya. Won Korea melemah 0,20 persen, baht Thailand melemah 0,11 persen, dolar Taiwan minus 0,07 persen, yuan China turun 0,02 persen, dolar Singapura minus 0,02 persen dan ringgit Malaysia turun 0,02 persen.

Berita Terkait : Menag: Ketakutan Kepada Tuhan Dan Corona Tak Boleh Dipertentangkan

Indeks dolar AS yang mengukur mata uang AS ini terhadap enam mata uang utama dunia, naik 3,8 persen di level 92,920. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro dibuka melemah 0,15 persen ke level Rp 17.066, terhadap poundsterling Inggris minus 0,20 persen ke level Rp 19.938, dan terhadap dolar Australia juga minus 0,06 persen ke level Rp 10.663.

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet memperkirakan, rupiah melanjutkan pelemahannya pekan ini. Dia menyebut tren negatif ini akan dipengaruhi oleh beberapa isu baik dari dalam dan luar negeri.

Berita Terkait : Ketua DPR: Perang Lawan Korupsi Tak Boleh Surut Di Tengah Pandemi

Dari dalam negeri, kepastian terkait perpanjangan PPKM akan menentukan pergerakan nilai tukar rupiah. Yusuf menuturkan, pelaku pasar akan mencermati adanya kelanjutan PPKM dalam bentuk yang berbeda

Sementara dari luar negeri, kekhawatiran pasar terhadap varian delta yang akan mendorong kenaikan kasus Covid-19 masih menjadi perhatian investor. Hal tersebut terutama pada negara dengan kekuatan ekonomi besar seperti AS.

Berita Terkait : Menguat Tipis, Rupiah Mulai Siuman

Dari luar negeri, pergerakan rupiah juga akan dipengaruhi oleh pertemuan bulanan The Fed. Isu tapering yang akan dilakukan lebih cepat dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah secara negatif.

“Kami memproyeksikan rupiah masih akan melanjutkan depresiasi, dengan kisaran pergerakan Rp 15.000- Rp 15.020 per dolar AS,” pungkasnya. [DWI]