Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Gerak Cepat, Waskita Karya Salurkan Ribuan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT
- Juventus Menang Tipis di Pekan Pertama Serie A 2026/27
- Ibrahima Konate Ingin Buktikan Diri Di Real Madrid
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Perseroan mengubah cara berbisnis dan proses klaim PT Taspen dengan teknologi. Kosasih mengajak para peserta memanfaatkan teknologi seperti aplikasi mobile PT Taspen.
"Kalau kita buka Taspen Mobile kita bikin autentifikasinya itu facial dan voice recognition. Jadi biar nggak salah terima, tidak terjadi penipuan, dan disalahgunakan kita pakai itu facial recognition," paparnya.
Baca juga : Menteri Teten Dorong Milenial Jadi Pengusaha
Model seperti itu mencegah terjadinya penipuan. Karena facial recognition bentuknya bukan video tapi live.
"Kalau pensiunan tidak bisa mereka minta ke anak atau cucunya. apakah masih ada yang tidak bisa teknologi? Ada, tapi jumlahnya kurang dari 2 persen," tambah Kosasih.
Baca juga : Pandemi Covid-19 Bukan Konspirasi Lho!
Sekadar informasi webinar yang membahas tentang Cloud dan potensi digitalisasi ini bertajuk Cloud System pada Industri Keuangan Nonbank Sebagai Upaya Digitalisasi dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Digelar oleh yang digelar Warta Ekonomi di Jakarta, Rabu (28/7).
Untuk diketahui, industri komputasi awan perlahan namun pasti mulai tumbuh dan berkembang. Tapi perlu dipahami bahwa di Indonesia Cloud masih tertinggal.
Baca juga : Jangan Kendor Jalani Prokes!
Hasil studi yang dikembangkan oleh Asia Cloud Computing Association (ACCA), di mana pada tahun 2020 lalu hanya menempatkan Indonesia di posisi 12 dari keseluruhan 14 negara Asia Pasifik yang masuk dalam penelitiannya terkait kesiapan pengembangan industri cloud computing di negaranya. [JAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya