Dark/Light Mode

Diungkap Kepala BNPT

“Virus Taliban” Sudah Nyebar Tapi Belum Membahayakan

Minggu, 29 Agustus 2021 08:05 WIB
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau vaksinasi Covid-19 untuk mitra deradikalisasi di RSUD Bung Karno, Surakarta, Sabtu (28/8/2021). (Foto: Humas BNPT RI)
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar dan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meninjau vaksinasi Covid-19 untuk mitra deradikalisasi di RSUD Bung Karno, Surakarta, Sabtu (28/8/2021). (Foto: Humas BNPT RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Virus kemenangan Taliban di Afghanistan ternyata sudah menyebar di Indonesia. Namun, kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar, virusnya belum membahayakan.

Boy mengatakan hal itu usai meninjau vaksinasi eks-narapidana terorisme (napiter) di RSUD Bung Karno Solo, kemarin.

Berita Terkait : Taliban: Stop Evakuasi Warga Afghanistan, Kami Butuh Mereka

Boy mengatakan, temuan soal “virus Taliban” mulai menyebar di Indonesia didapat BNPT dari patroli cyber di medsos untuk mengantisipasi penyebaran paham Taliban. “Ada beberapa penemuan. Tapi masih sifatnya bersimpati. Belum ada yang sifatnya membahayakan,” ujarnya.

Saat ini, mereka yang terpapar “virus Taliban” masih diawasi intelijen, belum masuk ke ranah-ranah yang melanggar hukum. “Kita ingatkan, kita imbau,” pesan Boy.

Berita Terkait : BIN Siaga “Virus Taliban”

Boy juga mengatakan, BNPT saat ini sedang menyelidiki apakah jaringan ISIS-K yang meledakan bob di Bandara Kabul, Afghanistan, sudah masuk Indonesia. “Penyelidikan intelijen (terkait ISIS-K) tetap berjalan. Kan selama ini tanpa peristiwa Afghanistan kita terus melakukan penyelidikan potensi ancaman,” ungkapnya.

Terkait jumlah kombatan asal Indonesia yang masih berada di Afghanistan, Boy mengaku masih belum bisa memastikan. “Ada yang pindah dari Syiria ke sana (Afghanistan),” tukasnya.

Berita Terkait : PPKM Diperpanjang, Airlangga: Sudah Ada Perbaikan, Tapi Belum Aman

Mabes Polri juga menyelidiki kemungkinan adanya simpatisan Taliban di Indonesia. Hal ini guna mengantisipasi gerakan terorisme dan ekstrimisme di Tanah Air.
 Selanjutnya