Dewan Pers

Dark/Light Mode

Berantas Rentenir, Teten Perkuat Peran Pembiayaan Mikro Koperasi

Senin, 30 Agustus 2021 16:01 WIB
Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)
Menkop UKM Teten Masduki (Foto: Kemenkop UKM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) berkomitmen untuk terus memperkuat koperasi sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha mikro. Ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memberantas praktik rentenir maupun pinjaman atas nama koperasi ilegal. 

“Kami sedang melirik koperasi bisa menjadi mitra usaha mikro dalam mendapatkan pembiayaan,” ujar Menkop UKM Teten Masduki, seperti dikutip setkab.go.id, Senin (30/8). Teten yakin, koperasi bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi usaha mikro mengingat jumlahnya cukup besar. 

Berita Terkait : Menteri Teten Perkuat Koperasi Sebagai Alternatif Pembiayaan Mikro

Berdasarkan data survei Bank BRI dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), terdapat 30 juta usaha mikro yang belum terhubung ke lembaga keuangan formal. Meskipun pemerintah telah menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan dengan plafon hingga Rp 100 juta, kenyataan di lapangan bank penyalur kredit seringkali tetap meminta agunan. 

“Karena itu, rentenir hadir. Cara kerja mereka yang progresif dengan bunga yang mencekik meskipun cepat, namun tetap saja ini merugikan. Di sini kami melihat koperasi sebagai alternatif pembiayaan murah dan mudah,” ujarnya. T

Berita Terkait : Tanpa Pemain Asing, Persik Kediri Siap Tarung Di Kompetisi Liga 1

eten mengakui, saat pandemi Covid-19 pertama kali melanda Indonesia, terdapat kekhawatiran bahwa koperasi akan berjatuhan dan omzet turun karena anggotanya banyak menarik tabungan. Namun, ia bersyukur, ternyata koperasi tetap mampu bertahan hingga saat ini. 

“Dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satunya kami menyuntikkan modal ke koperasi-koperasi, terutama Koperasi Simpan Pinjam (KSP). Alhamdulillah, sampai hari ini tak terjadi kekhawatiran itu. Program PEN tepat sasaran,” jelas Teten. 

Berita Terkait : Waspadai Gelombang 6 Meter Di Perairan Indonesia

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menambahkan, koperasi tidak hanya dapat berperan sebagai alternatif penyaluran pembiayaan mikro. Tetapi juga dapat mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan skala ekonominya. “Koperasi bukan hanya sekadar pinjaman, tapi sekaligus menjadi konsolidator dan agregator usaha mikro agar skala ekonominya naik,” pungkasnya. [USU]