Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pemerintah Ingin Longgarkan Pembatasan

Pabrik Ban Siap Tancap Gas

Senin, 23 Agustus 2021 07:00 WIB
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. (Foto : gt/tires.com)
Aktivitas pekerja di pabrik ban PT Gajah Tunggal Tbk. (Foto : gt/tires.com)

RM.id  Rakyat Merdeka - Produsen ban siap tancap gas menghadapi pelonggaran pembatasan operasional. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Muhammad Khayam, mengungkapkan, industri ban merupakan salah satu sektor unggulan yang dapat menopang ekonomi nasional.

Dalam aktivitas hilirisasinya, industri ban mampu menyerap lebih dari 250 ribu ton karet alam per tahun atau 42 persen konsumsi karet alam nasional. Selain itu, beberapa merek nasional sudah mampu bersaing di pasar internasional dan mencapai kelas produsen ban tingkat dunia atau global tire manufacturer.

“Saat ini, sudah ada 17 produsen yang tercatat dengan total kapasitas terpasang mencapai 200 juta ban per tahun. Masing-masing untuk ban luar dan ban dalam,” kata Khayam, dalam keterangan resminya, kemarin.

Berita Terkait : Ahmad Ali: Yang Halangi Vaksinasi, Tangkap Saja!

Khayam merinci, produksi ban nasional tersebut meliputi ban mobil penumpang, truk ringan, bus, sepeda, motor, serta ban untuk kendaraan pertanian dan agricultural.

Sejauh ini, Kemenperin mencatat sejumlah produsen ban yang siap kembali menggenjot produksi di antaranya, PT Gajah Tunggal (GT Tires), Multistrada (Achilles), Elang Perdana (Forceum), dan Industri Karet Deli (Swallow).

Khayam menyampaikan, pihaknya telah melakukan kunjungan langsung melihat uji coba produksi penuh di pabrik Gajah Tunggal.

Berita Terkait : Pemerintah Pulangkan 129 PMI Yang Telantar Di Taiwan

Menurut Khayam, berdasarkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI), Gajah Tunggal memiliki lebih dari 130 negara tujuan ekspor. Antara lain meliputi benua Amerika, Eropa, Asia, dan Timur Tengah.

Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1951 ini telah menyerap tenaga kerja hingga 16.084 orang. Dan, dari jumlah itu 12.620 orang sudah divaksin. Untuk kapasitasnya, Gajah Tunggal berhasil memproduksi 157 juta ban. Total volume ekspor sejak tahun 1983 menembus 165 juta ban.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, uji coba penerapan protokol kesehatan di pabrik ban tersebut sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021. Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3 dan Level 2 di Wilayah Jawa dan Bali, yang berlaku pada 17-23 Agustus 2021.

Berita Terkait : Kemenperin Targetkan RI Jadi Produsen Utama Produk Halal Dunia

Inmendagri Nomor 34 Tahun 2021 tersebut menyebutkan, bahwa akan dilakukan uji coba protokol kesehatan pada perusahaan-perusahaan yang memiliki orientasi ekspor dan domestik. Untuk beroperasi dengan kapasitas 100 persen staf yang dibagi minimal dalam dua shift.

Ia mengaku akan melakukan monitoring dan evaluasi selama dua minggu dalam upaya penerapan uji coba di sektor industri esensial.

“Kami optimistis, jika utilisasi dan produktivitas sektor industri dapat kembali ditingkatkan, akan mampu memacu kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi,” ucapnya. [KPJ]