Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dolar AS Ngamuk, Rupiah Kembali Loyo

Rabu, 8 September 2021 09:59 WIB
Dolar AS dan rupiah. (Foto: ist)
Dolar AS dan rupiah. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sempat menguat dua hari berturut-turut, pagi ini nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,16 persen di level Rp 14.235 per dolar AS dibanding perdagangan kemarin di level Rp 14.212 per dolar AS.

Tak jauh berbeda, mayoritas mata uang di Asia melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,01 persen, won Korea melemah 0,45 persen, baht Thailand minus 0,2 persen, peso Filipina minus 0,19 persen, dan ringgit Malaysia turun 0,04 persen.

Berita Terkait : Dolar AS Masih Loyo, Rupiah Makin Ngegas

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingannya, naik 0,32 persen menjadi 92,512. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,52 persen di level Rp 16.858, terhadap poundsterling Inggris turun 0,47 persen ke level Rp 19.613, dan terhadap dolar Australia juga turun 0,52 persen ke level Rp 10.518.

Tim riset Monex Investindo Futures menyebutkan dolar AS memang menguat pada perdagangan hari ini. Penguatan dolar AS yang ditopang oleh tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS.

Berita Terkait : Bye Dolar AS, Transaksi RI-China Pakai Rupiah Dan Yuan

“Selain itu penguatan juga didorong pencarian aset safe haven yang likuid di tengah kekhawatiran terhadap outlook pemulihan ekonomi dibalik penyebaran virus Covid-19," tulisnya dalam riset harian, Rabu (8/9).

Akibatnya, sejumlah mata uang termasuk rupiah mengalami pelemahan cukup dalam. Sepanjang hari ini, mata uang Garuda diproyeksi berada dalam rentang antara Rp 14.180- Rp 14.350 per dolar AS. [DWI]