Dark/Light Mode

Perusahaan Pelat Merah Kudu Serap TKDN

UMKM Bukanlah Saingan BUMN, Tapi Mitra Bisnis

Senin, 13 September 2021 06:50 WIB
Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama perluasan pasar produk UMK Binaan BUMN. (Foto: Dok. Kementerian BUMN).
Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama perluasan pasar produk UMK Binaan BUMN. (Foto: Dok. Kementerian BUMN).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong perusahaan pelat merah menyerap Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Selain untuk membantu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), juga mendorong perekonomian nasional.

Keseriusan tersebut diwu­judkan dalam penandatanganan kerja sama Nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum of Understanding) antara Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Jakarta, kemarin. MoU ini terkait Peningkatan Mutu Sistem Pengadaan BUMN.

Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, kerja sama dengan Kemenperin ini akan terus diper­kuat dalam penyerapan TKDN perusahaan negara.

Berita Terkait : Erick Bakal Wajibkan Anak Dan Cucu BUMN Lapor LHKPN

“Dukungan dari Kemenperin sangat diapresiasi. Ini mem­perbaiki ekosistem. Salah satu sertifikasi TKDN untuk UMKM, ini luar biasa,” kata Erick.

Menurut Erick, sudah waktu­nya bisnis BUMN dan pelaku usaha makro saling menguatkan. Apalagi beberapa perusahaan negara sudah membuat market­place versi BUMN.

Karena itu, mantan Bos Inter Milan ini tidak ingin BUMN ber­bicara untung semata. Sehingga bisa berdampak pada sektor UMKM yang justru gagal bang­kit dan tidak bisa berkembang. Karena itu, sejak awal pihaknya membangun PaDi (Pasar Digital) UMKM.

Berita Terkait : Pemerintah Dorong Koperasi Dan UMKM Masuk Rantai Pasok Global

Erick mengatakan, hingga Agustus 2021, sebanyak 10.100 UMKM bergabung di dalam PaDi UMKM, dengan 130 ribu transaksi. Ada pun nilai transaksi kegiatan ini sebesar Rp 10,4 triliun.

“Ini menjadi bukti, sekarang BUMN terbuka. Yang tadinya tender tertutup, sekarang ter­buka. Terutama untuk sahabat-sahabat UMKM,” kata Erick.

Erick juga kerap mengingat­kan kepada perusahaan pelat merah, bahwa UMKM bukanlah pesaing. Justru mereka sebagai mitra bisnis. Integrasi keduanya memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja UMKM ber­gantung pada pendapatan peru­sahaan pelat merah.

Berita Terkait : UMKM Mamin Dan Kesehatan Masuk Rantai Pasok BUMN

Kementerian BUMNjuga resmi menerbitkan digitalisasi procurement sebagai centralized tender information board, hingga launching e-Procurement Academy BUMN.

Terkait hal ini, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan, regu­lasi TKDN sudah cukup memi­hak usaha wong cilik.

Bahkan muncul juga Peraturan Menteri tahun 2019, yang mengamanatkan BUMN agar TKDN-nya untuk jenis barang minimum 25 persen. Kemudian untuk jasa minimal 7,5 persen.
 Selanjutnya