Dark/Light Mode

Raup Laba Bersih Rp 609 Miliar, Krakatau Steel Makin Joss

Rabu, 15 September 2021 08:49 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim (Foto: Instagram)
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus meningkatkan kinerja, pasca dilakukannya restrukturisasi dan transformasi secara menyeluruh.

Restrukturisasi dan transformasi terbukti sukses mengubah Krakatau Steel menjadi perusahaan yang sehat dan berdaya saing, setelah delapan tahun merugi.

Tahun 2020, Krakatau Steel mampu mencatatkan laba Rp 326 miliar. Hingga Juli 2021, Krakatau Steel terus melanjutkan tren peningkatan kinerja dengan meraih laba bersih Rp 609 miliar.

“Perbaikan kinerja Krakatau Steel terus berlanjut, walaupun di masa pandemi. Krakatau Steel mampu menjaga kinerja positifnya. Hingga Juli 2021, Krakatau Steel berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 17,7 triliun. Naik 44,1 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2020,” jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim.

Baca Juga : Menkeu Gaet KPK Dan BPK Pelototi Anggaran Corona

Silmy menambahkan, upaya peningkatan ekspor menjadi bagian dari strategi Krakatau Steel, untuk membantu kinerja penjualan produk baja perseroan di masa pandemi.

Produk Hot Rolled Coil dan Hot Rolled Plate menjadi produk utama Krakatau Steel, yang diekspor ke berbagai negara di Eropa. Seperti Portugal, Spanyol, Jerman, Italia, dan Belgia, juga ke negara Malaysia dan Australia.

Efisiensi yang berkelanjutan, juga terus dilakukan Krakatau Steel. Hingga Juli 2021, Krakatau Steel mampu menurunkan kembali fixed cost sampai 19 persen dan variable cost hingga 11 persen.

Upaya efisiensi ini meneruskan penghematan yang sudah dilakukan di tahun 2020, dengan penurunan biaya operasional hingga 41 persen.

Baca Juga : BNI Securities Pte. Ltd. Resmi Beroperasi Di Singapura

“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, pihak perbankan, serta pihak-pihak lain yang telah memberikan kepercayaannya kepada Krakatau Steel. Hingga akhirnya, restrukturisasi ini dapat berjalan dengan baik,” ujar Silmy.

Dalam hal restrukturisasi keuangan, Krakatau Steel berhasil melakukan restrukturisasi hutang pada tahun 2020, yang pada saat itu menjadi restrukturisasi terbesar di Indonesia dengan jumlah Rp 29 triliun.

Melalui restrukturisasi hutang, Krakatau Steel dapat menurunkan total beban bunga hutang selama 9 tahun. Dari Rp 12,3 triliun menjadi Rp 6,7 triliun.

Sehingga, total penghematan yang didapat dari restrukturisasi hutang tersebut berjumlah Rp 9,9 triliun.

Baca Juga : Samsung Perkenalkan Galaxy A Series Terbaru

“Di kuartal 4 tahun 2021, restrukturisasi hutang Krakatau Steel akan berkurang sebesar Rp 2,9 triliun,” tambah Silmy.
 Selanjutnya