Dewan Pers

Dark/Light Mode

Baru Launching, Tahun Ini AstraPay Targetkan 16 Juta Pengguna

Rabu, 15 September 2021 20:12 WIB
Foto bersama jajaran Director-in-Charge serta Chief Executive Officer (CEO) Astra Financial, Transportasi & Logistic dalam peluncuran AstraPay, aplikasi pembayaran digital di Jakarta, Rabu (15/9). (Foto: Istimewa)
 
Foto bersama jajaran Director-in-Charge serta Chief Executive Officer (CEO) Astra Financial, Transportasi & Logistic dalam peluncuran AstraPay, aplikasi pembayaran digital di Jakarta, Rabu (15/9). (Foto: Istimewa)  

RM.id  Rakyat Merdeka - Mulai menyasar bisnis e-wallet, PT Astra Digital Arta merilis aplikasi AstraPay. Sepanjang tahun ini, AstraPay menargetkan bisa menggaet 16 juta pengguna. Hadirnya AstraPay melengkapi ekosistem PT Astra International Tbk.

CEO AstraPay Meliza Musa Rusli mengatakan, sebagai aplikasi pembayaran digital yang tumbuh dalam ekosistem Astra, AstraPay mempunyai value proposition yang khas, yang berbeda dengan pemain pembayaran digital lainnya.

Astra yang sangat dekat dengan kebutuhan transportasi dan mobilitas serta dengan reputasi customer service yang baik, AstraPay akan mempunyai kekuatan di sektor dan ekosistem tersebut.

"Tentunya kekuatan di ekosistem tersebut terus dikembangkan juga untuk memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Sehingga kami yakin di akhir tahun kita targetkan bisa mencapai 16 juta pengguna," ujar Meliza dalam Grand Launching AstraPay secara virtual, Rabu (15/9).

Hingga kini, AstraPay menjalin kerja sama dengan 9 juta merchant di seluruh Indonesia yang telah menerima pembayaran melalui QRIS. AstraPay ingin berkontribusi sebagai technology enabler dari produk-produk digital yang dikembangkan di dalam Grup Astra. AstraPay memiliki fitur direct payment untuk produk pembayaran angsuran dari layanan Grup Astra.

Berita Terkait : Vaksinasi Adhyaksa Sehat Percepat Target Penyuntikan Di Kota Bogor

Saat ini, AstraPay telah bekerja sama dengan FIFGROUP, Toyota Astra Finance (TAF), Astra Credit Companies (ACC), hingga Maucash. Hal ini ini sejalan dengan keunggulan AstraPay yang difokuskan pada mobilitas masyarakat. AstraPay juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum, seperti MRT Jakarta dan Transjakarta.

Selebihnya, AstraPay juga dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, TV kabel, BPJS, pajak, hingga beli pulsa atau paket data.

 

 

Sementara dari sisi keamanan, Director-In-Charge dari Astra Financial, Transportation, and Logistic Suparno Djasmin memastikan standar keamanan data pengguna sesuai regulasi yang berlaku, AstraPay telah mendapatkan lisensi sebagai Uang Elektronik dari Bank Indonesia (BI) sebagaimana surat keputusan No. 22/59/DKSP/Srt/B dan surat keputusan Transfer Dana No. 22/273/DKSP/100.

Berita Terkait : Permintaan Pasar Meningkat, Tahun Ini Paramount Land Luncurkan 4 Produk Properti

"Di sisi keamanan akses akun, AstraPay telah dilengkapi dengan mekanisme single device authentication. Sistem ini hanya memungkinkan pengguna untuk login akun di satu device saja, sehingga pengguna tetap aman bertransaksi di AstraPay," jelasnya.

Langkah-langkah ini diharapkan menjadi bukti, bahwa AstraPay adalah sarana pembayaran digital Grup Astra yang terpercaya, khususnya di kancah layanan keuangan digital Indonesia.

"Sehingga konsumen dapat menggunakan AstraPay sebagai alat pembayaran digital secara luas, tidak hanya untuk layanan Astra," imbuhnya.

Lebih lanjut Suparno mengatakan upaya itu juga sejalan dengan upaya AstraPay untuk mendukung program BI dalam memperluas inklusi keuangan digital dengan menghadirkan fitur pembayaran QRIS. Lisensi penggunaan fitur QRIS ini telah AstraPay dapatkan sejak tahun 2020.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melakukan pembayaran servis kendaraan atau bengkel di Toyota Sales Operation (TSO), Shop&Drive, Isuzu Sales Operation (ISO), Daihatsu Sales Operation (DSO) dan AHASS.

Berita Terkait : Penyaluran Dana Capai 14 T, AsetKu Bakal Perbanyak Pengguna

Presiden Komisaris Astra Digital Artha sekaligus CEO FIF Group Margono Tanuwijaya menambahkan, alasan diluncurkannya AstraPay ini berdasarkan survei internal yang dilakukan lantaran potensi bisnis pembayaran digital khususnya e-wallet sangat besar.

Selanjutnya, ekosistem Astra yang besar sehingga memiliki basis data yang baik untuk dikembangkan dan diintegrasi sesuai kebutuhan konsumen dalam aplikasi. "Terakhir, dalam survei meskipun orang memiliki satu merek e-wallet, namun ia memiliki jenis e-wallet lainnya," jelasnya.

Margono mengatakan strategi AstraPay untuk bisa penetrasi ke pasar, pihaknya tak ingin hanya sekadar memberikan cashback dan promo, meskipun itu tetap akan dilakukan. Tetapi katanya, produk penting bagi nasabah, terutama terkait kemudahan dan keamanan data.

"AstraPay mempunyai kekuatan di dalam ekosistem Astra yang sangat besar dan banyak yang tersebar dari Aceh sampai Papua. Itu salah satu kekuatan kami dari pada bakar uang secara masif," pungkas Margono. [DWI]