Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Modernisasi Penerbangan Nasional
AP II Dan AirNav Kawinkan ACDM Dengan ATFM Untuk Efisiensi
Kamis, 16 September 2021 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PT Angkasa Pura II (Persero) [AP II] dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) berkolaborasi dalam memodernisasi sektor penerbangan nasional. Kedua BUMN ini akan mensinergikan Airport Collaborative Decision Making (ACDM) dan Air Traffic Flow Management (ATFM) ke dalam satu platform mobile yang diberi nama Pocket ACDM.
AP II saat ini mengoperasikan Airport Operation Control Center (AOCC) yang dilengkapi dengan teknologi terkini. Operasional AOCC ini diperkuat dengan penerapan ACDM sebagai sistem yang mewadahi kerja sama berbasis informasi dari seluruh stakeholder yakni operator bandara, maskapai, ground handling, air traffic services, dan mitra pendukung lainnya.
Melalui ACDM, stakeholder dapat mudah berkoordinasi sesuai kondisi real time untuk menentukan penggunaan check-in counter, boarding lounge, gate keberangkatan, garbarata, gate kedatangan, baggage conveyor belt, perlengkapan di apron, dan lain sebagainya.
Sementara itu, AirNav Indonesia selaku pengeola tunggal layanan navigasi penerbangan di Tanah Air mengoperasikan Indonesia Modern Air Navigation System (IMANS) yang didukung dengan ATFM guna mendukung efisiensi penerbangan, khususnya di bandara, serta memastikan terpenuhinya estimated time departure (ETD) dan estimated time arrival (ETA).
President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, sinergi ACDM dan ATFM ini sebagai upaya mengakselerasi modernisasi pengelolaan bandara dan penerbangan. Proses sinergi ACDM dan ATFM untuk dapat diakses di Pocket ACDM tengah dijalankan oleh AP II dan AirNav Indonesia.
"Pada 15 September 2021, kami menyerahkan dokumen manual ACDM ke AirNav Indonesia untuk dikaji dan dibahas supaya proses sinergi dapat berjalan lancar. Penerapan sinergi untuk tahap pertama dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia,” jelasnya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Kamis (16/9).
Dokumen manual ACDM diserahkan langsung kepada Direktur Utama AirNav Indonesia Pramintohadi Sukarno. Dokumen itu terdiri ataa Dokumen Implementation Manual, Dokumen Implementation Guidelines, dan Dokumen Implementation Procedures.
Muhammad Awaluddin menambahkan, sinergi ACDM dan ATFM menciptakan pengaturan terintegrasi di terminal penumpang dan di sisi udara berdasarkan data-data yang diinformasikan oleh setiap stakeholder. "Tujuannya, untuk mencapai efisiensi operasional, ketepatan waktu penerbangan (on-time performance/OTP), dan yang tidak kalah penting adalah stakeholder bisa melakukan prediktabilitas guna memperkirakan dan mengantisipasi operasional yang akan datang sehingga memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.”
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya