Dewan Pers

Dark/Light Mode

Olah Sampah Organik, PHI Luncurkan Program Budidaya Lalat Hitam

Jumat, 24 September 2021 18:21 WIB
Manager Communication, Relation and CID PHI,
Dony Indrawan.
Manager Communication, Relation and CID PHI, Dony Indrawan.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur meluncurkan Program Budidaya Lalat Hitam atau Bulatih. 

Manager Communication, Relation and CID PHI, Dony Indrawan, menjelaskan, Program Bulatih merupakan sistem pengelolaan sampah organik terintegrasi berbasis masyarakat. 

Program ini menerapkan metode biokonversi Black Soldier Fly (BSF).  "Sistem ini memposisikan masyarakat sebagai aktor penggerak sekaligus konsumen dalam pengelolaan sampah organik," tutur Dony dalam Sharing Session “Strategi Investasi Sosial dan Pencapaian Proper di Sektor Hulu Migas” yang digelar E2S, Jumat (24/9).  

Transfer knowledge dan penerapan Life Cycle Assessment mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah organik melalui inisiasi Bulatih dijalankan di Terminal Lawe-Lawe.

Dony mengatakan, pada Bulatih transfer knowledge dilakukan sedemikian rupa serta pemberian bantuan sarana dan prasarana.

Berita Terkait : Ultah Ke-25, Zyrex Luncurkan Perangkat IoT

“Alhamdulillah terjadi penghematan biaya pakan ternak. Serta bisa mengurangi emisi GRK sekitar 1,9 ton metana,” katanya.

Melalui Bulatih dihasilkan penghematan biaya pakan ternak melalui hasil budidaya lalat hitam (maggot). Selain itu, lingkungan juga bisa lebih lestari melalui pengelolaan sampah organik.

Menurut Dony Indrawan, inovasi adalah kunci masa depan Pertamina. 

"Kami juga melakukan inovasi di bidang social investment. Meskipun penting, besaran anggaran bukanlah fokus yang utama. Karena bagi kami, yang terpenting adalah kemanfaatan dari program yang terus bergulir,” kata Dony.

Selain Bulatih, PHI juga mengunggulkan Program Petani 4.0 Lapangan PHM-BSP. Dan, Program Tani Terpadu Sistem Inovasi Sosial Kelompok Setaria, atau biasa disebut Tante Siska dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2021.

Berita Terkait : Luncurkan Program KEJAR, Karier.mu Dukung Masyarakat Asah Potensi

Dalam acara sharing session, selain Dony, juga hadir sebagai pembicara Sigit Reliantoro, Plt Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LHK;  Krisdyatmiko.

Ketua Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan FISIPOL UGM. Dan Risna Resnawaty. Pakar CSR dan Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Unpad.

Menurut Sigit, PROPER membagi kegiatan pemberdayaan masyarakat ke dalam empat tipologi yaitu program yang bersifat charity yang merupakan tingkatan terendah, menunjang pembangunan infrastruktur, peningkatan kapasitas masyarakat.

Dan tipologi tertinggi adalah pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mandiri dan bermartabat. 

“PROPER berhasil mendorong perusahaan peserta utk mengurangi proporsi program yang bersifat karitatif atau charity menjadi jenis program yang lain seperti peningkatan kapasitas, infrastruktur dan pemberdayaan,” katanya.  

Berita Terkait : Perluas Bisnis, PANDI Luncurkan Situs Layanan Penjualan

Sigit mengatakan, pada 2020 inovasi masih akan menjadi trademark PROPER. Konsep inovasi dalam PROPER adalah harus ada biaya yang diturunkan, beban yang dikurangi, dan ada value yang disampaikan.

“Syaratnya emas adalah yang bisa berhasil membuat inovasi sosial, tidak hanya berhasil CSR tapi juga bisa membuktikan secara terukur, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara efisien dengan cara menyelesaikannya baru,” kata Sigit.

Krisdyatmiko mengatakan PROPER adalah sistem yang bagus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Dan motivasi perusahaan dalam melaksanakan CSR. 
 Selanjutnya