Dark/Light Mode

Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi 4 Persen

Jaga Konsumsi Masyarakat, Bansos Jangan Berhenti Dulu

Minggu, 14 November 2021 06:40 WIB
Ilustrasi Pertumbuhan ekonomi. (Foto : Istimewa).
Ilustrasi Pertumbuhan ekonomi. (Foto : Istimewa).

 Sebelumnya 
Belum lagi, masih rendahnya konsumsi dan daya beli masyarakat dalam beberapa bulan terakhir. Akibatnya, belum stabilnya kondisi keuangan masyarakat, khususnya menengah ke bawah.

Selain itu, penyaluran bantuan sosial (bansos) yang juga hampir rampung jelang tutup tahun akan banyak mempengaruhi kemampuan berbelanja masyarakat.

Ditambah lagi, kata Tauhid, momentum Natal dan Tahun Baru 2022 tidak akan signifikan mendongkrak daya beli masyarakat.

Baca juga : Indef: Ekspor Komoditas Kita Masih Berbasis SDA

“Apalagi, pemerintah juga membatalkan libur cuti bersama, yang akan berpengaruh pada mobilisasi masyarakat,” kata Tauhid.

Sementara, pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengatakan, bantuan sosial (bansos) yang selama ini digulirkan pemerintah, jangan dulu dihentikan. Ini penting agar daya beli dan konsumsi masyarakat tetap terjaga di masa pandemi.

“Kalau bisa ditambah bentuk bantuannya,” kata Trubus kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Pekan Ini, Polisi Umumkan Tersangka Kasus Tabrakan Bus TransJakarta Di Cawang

Pasalnya, saat ini pemulihan ekonomi baru dirasakan golongan masyarakat kelas menengah ke atas, yang masih memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap.

Sementara, bagi masyarakat yang jadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau yang jatuh jadi keluarga miskin baru, masih sangat bergantung pada bansos pemerintah.

“Mereka ini yang masih sangat membutuhkan. Selama Keppres Nomor 11 dan 12 tentang kedaruratan kesehatan dan Covid sebagai bencana belum dihapus, bansos masih perlu terus digulirkan agar ekonomi terus tumbuh positif,” tegasnya. [NOV]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.