Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bersama Kedubes Uni Emirat Arab, UAI Kenakan Warisan dan Budaya PEA

Rabu, 1 Desember 2021 20:54 WIB
Bersama Kedubes Uni Emirat Arab, UAI Kenakan Warisan dan Budaya PEA

RM.id  Rakyat Merdeka - Prodi Bahasa dan Kebudayaan Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Uni Emirat Arab/Persatuan Emirat Arab (PEA) menggelar Seminar Internasional (30/11).

Rektor Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Prof. Dr. Ir. Asep Saefuddin, M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Kedutaan Besar Persatuan Emirat Arab (PEA) atas kepercayaannya kepada UAI untuk menjadi pelaksana kegiatan webinar dalam rangka untuk mengenalkan budaya dan warisan yang ada di UEA.

"Kegiatan webinar ini merupakan kegiatan ketiga yang terlaksana atas kerja sama antara UAI dan Kedutaan Besar PEA di Jakarta. Dan beliau berharap agar kerja sama ini terus berlanjut dan dapat ditingkatkan lebih baik lagi, bahkan diperluas cakupannya pada berbagai aspek lainnya", tuturnya.

Berita Terkait : Ditekuk Arema, Roca Petap Banggakan Pasukan Macan Putih

Dalam kesempatan ini juga, Prof Asep menyambut baik langkah PEA dalam melakukan soft diplomacy dengan pendekatan sosial budaya, yaitu dengan mengenalkan warisan dan budaya mereka kepada Indonesia khususnya seluruh peserta webinar kali ini, yang didominasi oleh generasi muda yang diwakili oleh para mahasiswa dari berbagai instansi dan lembaga di Indonesia. Hal ini tidak lain merupakan media untuk saling mengenal lebih jauh antar kedua bangsa.

Rektor juga berkesempatan untuk menyampaikan tawaran atas kesepakatan senat universitas kepada Duta Besar PEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri, untuk menjadi anggota penasehat kehormatan Universitas Al Azhar Indonesia atas dasar kedekatan hubungan baik yang sudah terjalin antara UAI dan Kedubes PEA di Jakarta, yang kemudian langsung disambut baik oleh Duta Besar Persatuan Emirat Arab untuk Republik Indonesia.

Sementara itu Duta Besar PEA untuk Indonesia, H.E. Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri sebagai pembicara utama dalam kegiatan ini, yang diawali dengan ucapan selamat kepada bapak Rektor karena telah terpilih untuk kedua kalinya sebagai rektor UAI. “Ini tidak lain adalah bukti dari kepercayaan penuh atas pola kepemimpinan yang baik yang ditampilkan oleh Rektor yang memberikan dampak yang positif pada kemajuan UAI”, ucapnya.

Berita Terkait : Bicara Di Festival HAM, Dubes Uni Eropa Bahas Kebebasan Beragama

Di dalam pemaparannya Duta Besar PEA menyampaikan bahwa hubungan bilateral antara PEA dan Indonesia bukanlah hal baru. H.E. Abdulla Salem Obaid Salem Aldhaheri, mengutarakan bahwa kerja sama bilateral antara kedua negara tidak hanya terjadi di bidang politik, ekonomi dan perdagangan, melainkan juga pada bidang pendidikan, sosial dan budaya yang termasuk di dalamnya masalah keagamaan dan kemanusiaan.

Dalam webinar singkat ini Duta Besar turut mengundang narasumber dari PEA, yaitu Syeika Abdulla bin Jasim AlMutairi, Kepala Departemen Kebudayaan Nasional dan Departemen Humas dan Media di Juma Al Majid Center for Culture and Heritage, yang sering terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh kedutaan dalam rangka mengenalkan budaya dan warisan di PEA.

Dalam webinar yang dilaksanakan kurang lebih 2 jam ini narasumber menjabarkan dengan jelas tentang sejarah berdirinya PEA dengan segala nilai-nilai moral dan budaya bangsa yang ditanamkan oleh para pendiri dari leluhur, yang masih dilestarikan di tengah pesatnya kemajuan negara di bidang ekonomi dan teknologi. Kemudian Sheika AlMutairi menjelaskan bahwa budaya yang diwariskan kepada mereka memiliki akar sejarah yang panjang yang tidak dapat dibatasi dengan bilangan umur negara PEA yang dianggap masih singkat, yaitu kurang lebih 50 tahun sejak berdirinya. [ARM]