Dark/Light Mode

Rayakan Onederful Funversary, Funtasia Jadi Magnet Baru Wisata Edukasi Anak

Minggu, 14 September 2025 16:35 WIB
Petugas dengan sabar menemani anak-anak bermain di Funtasia, memastikan keceriaan sekaligus keamanan mereka tetap terjaga. (Foto: Funtasia)
Petugas dengan sabar menemani anak-anak bermain di Funtasia, memastikan keceriaan sekaligus keamanan mereka tetap terjaga. (Foto: Funtasia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu tahun bukan waktu yang panjang, tapi cukup untuk membuktikan sebuah tempat hiburan anak bisa menancapkan jejaknya. Funtasia, arena bermain dan belajar yang digagas Ricardo Alidjurnawan, genap setahun berdiri. Ulang tahun pertamanya, yang diberi tajuk Onederful Funversary, dirayakan dengan meriah.

Sejak awal berdiri 14 September 2024, Funtasia diposisikan berbeda dengan playground kebanyakan. Tidak sekadar tempat anak-anak berlarian dan bersenang-senang, melainkan dikemas sebagai destinasi wisata edukatif. Lengkap dengan museum anak-anak. Di sinilah anak bisa bermain, tapi juga sekaligus belajar banyak hal baru.

Ricardo melihat peluang besar. Dunia anak-anak, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan bereksplorasi. Maka, ia terus menambahkan wahana dan kegiatan yang menumbuhkan rasa ingin tahu. “Selama setahun ini Funtasia makin disukai anak-anak,” ucap Ricardo, Minggu (14/9/2025).

Bukan hanya anak-anak yang datang bersama orangtua, tapi juga rombongan sekolah. Dalam 12 bulan terakhir, Funtasia sudah menjelma menjadi tujuan favorit untuk field trip. Mulai dari sekolah-sekolah di Jakarta, Bekasi, Depok, hingga Tegal. Bahkan ada rombongan yang datang jauh-jauh dari Penang.

Ricardo menyebut kerjasama dengan sekolah menjadi pencapaian besar. Hampir setiap pekan ada kunjungan rombongan pelajar, dari TK hingga SD. Bagi sekolah, Funtasia dianggap sebagai alternatif selain museum atau kebun binatang. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi bisa menyentuh langsung pengalaman yang lebih interaktif. “Kita sudah kerjasama dengan ratusan sekolah dalam setahun ini,” kata Ricardo.

Baca juga : Cetak Generasi Emas, Kao Indonesia Kembali Gelar Program Edukasi Anak KAO

Selain sekolah, Funtasia juga menjalin kolaborasi dengan psikolog anak dan pakar pendidikan. Konsepnya jelas, bermain sambil mengasah kemampuan kognitif. Ricardo ingin anak-anak terbiasa berpikir kritis, tidak sekadar pasif menonton televisi atau bermain gawai. “Target kita dari umur tiga sampai sepuluh tahun,” ungkapnya.

Wahana di Funtasia juga terus diperbarui. Ada bunga-bunga mekanik yang bisa bergerak, permainan sains yang membuat anak penasaran, sampai peralatan playground terbaru yang lebih aman dan atraktif. 

Tidak ketinggalan, berbagai pertunjukan hiburan digelar rutin. Dari sulap, pertunjukan satwa, sampai atraksi kadal. Semua ditujukan agar kunjungan anak-anak semakin berkesan.“Sekarang lebih banyak show,” kata Ricardo. 

Dia yakin, keberagaman atraksi membuat anak-anak ingin kembali lagi. Salah satu yang paling diminati adalah wahana dinosaurus. Replika hewan purba ini tidak pernah sepi pengunjung. Anak-anak biasanya berlarian sambil berfoto bersama “sang raksasa” itu. 

Menyadari antusiasme besar, Ricardo memastikan wahana ini tetap dipertahankan, bahkan akan ditingkatkan keunikannya. “Dinosaurus masih ada, itu favorit anak-anak,” ujarnya.

Baca juga : Rayakan HUT ke 40 Tahun, Hokben Hadirkan Menu Baru, Diskon Hingga Hadiah Mobil

Meski baru setahun, Ricardo sudah memikirkan langkah ke depan. Dia tak ingin Funtasia berhenti pada satu lokasi. Dalam bayangannya, ada cabang baru dengan konsep yang lebih segar dan unik. 

Ricardo menyebut harapannya sederhana. Funtasia bisa menjadi berkah bagi anak-anak Indonesia. “Semoga mereka lebih semangat mencari hal-hal baru,” kata dia.

Bagi Ricardo, ulang tahun pertama ini adalah momentum refleksi sekaligus batu loncatan. Dia menilai kehadiran Funtasia telah membuka alternatif wisata edukasi di Jabodetabek. Jika dulu orangtua bingung mencari tempat hiburan anak yang sekaligus bermanfaat, kini jawabannya lebih mudah.

Visi yang dia usung bahkan tidak sekadar bisnis. Ricardo punya misi lebih besar untuk ikut mempersiapkan generasi Indonesia emas. Caranya dengan memberi ruang agar anak terbiasa bereksplorasi sejak dini. Dia ingin Funtasia menjadi pintu gerbang anak-anak mengenal sains, seni, dan lingkungan, dengan cara yang menyenangkan.

"Kita berharap juga pokoknya Fantasia ini bakal lebih banyak sesuatu yang baru ya. Supaya anak-anak juga lebih banyak tertarik. Memang target saya itu pengennya anak-anak lebih eksplor dan lebih mau belajar hal-hal baru dengan bermain," ujarnya.

Baca juga : Maman Imanul Haq: Pancasila Jadi Penjaga Demokrasi Indonesia

Bukan perkara mudah menjaga konsistensi sebuah arena hiburan. Apalagi, selera anak cepat berubah. Namun, Ricardo percaya, kunci keberhasilan ada pada inovasi. Selama bisa terus menawarkan sesuatu yang baru, anak-anak akan datang dengan rasa penasaran. Dan orangtua pun merasa tenang karena tahu waktu bermain anak tidak terbuang sia-sia.

Setahun perjalanan Funtasia bisa dibilang sukses. Ratusan sekolah telah mencatatkan namanya di buku tamu. Ribuan anak telah bermain, belajar, dan pulang membawa cerita. Onederful Funversary bukan sekadar perayaan, tapi tanda bahwa langkah awal sudah cukup kokoh. Ke depan, Ricardo tinggal membuktikan apakah Funtasia bisa melompat lebih jauh, dari sekadar tempat hiburan menjadi ikon wisata edukasi nasional

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.