Dark/Light Mode

UMKM BERANI, Program KKN-BBK 8 UNAIR Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal

Rabu, 5 Agustus 2026 14:05 WIB
Proses pendampingan KKN-BBK 8 UNAIR ke pelaku UMKM mengenai penggunaan hand sealer dan pemasangan label produk. (Foto: Dok. KKN-BBK 8 UNAIR)
Proses pendampingan KKN-BBK 8 UNAIR ke pelaku UMKM mengenai penggunaan hand sealer dan pemasangan label produk. (Foto: Dok. KKN-BBK 8 UNAIR)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan program kerja bidang garap ekonomi bertajuk UMKM BERANI (Berdaya Saing Melalui Branding dan Inovasi) sebagai bentuk pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Gading Wetan, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/8/2026). Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah produk lokal melalui penguatan identitas merek (branding), inovasi kemasan, serta pendampingan penggunaan teknologi sederhana yang mampu mendukung daya saing produk di pasaran.

Sasaran kegiatan kali ini adalah Ibu Maimunah, salah satu pelaku usaha kerupuk rumahan yang telah lama memproduksi berbagai jenis kerupuk, seperti rengginang, kerupuk nasi, dan aneka kerupuk tradisional lainnya. Meskipun memiliki cita rasa yang khas, produk yang dihasilkan masih dipasarkan dengan kemasan sederhana sehingga belum memiliki identitas yang kuat di mata konsumen.

Melalui program UMKM BERANI, Tim KKN-BBK 8 UNAIR Kelompok Gading Wetan 1 melakukan observasi terlebih dahulu untuk mengetahui kebutuhan dan permasalahan yang dihadapi pelaku usaha. Berdasarkan hasil diskusi, tim kemudian merancang sebuah identitas produk berupa label merek "Kerupuk Bu Mai" yang memuat nama produk, pilihan jenis kerupuk, logo halal, serta ruang pencantuman tanggal kedaluwarsa. Kehadiran label tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memberikan nilai estetika pada kemasan produk.

Baca juga : Yayasan Astra Tampilkan Pembinaan UMKM Dan SDM Unggul Di GIIAS 2026

Hasil inovasi kemasan produk UMKM dengan label merek baru yang lebih menarik dan informatif (Foto: Dok. Tim KKN-BBK 8 UNAIR Kelompok Gading Wetan 1)

Tidak hanya berfokus pada desain kemasan, mahasiswa juga menyerahkan alat hand sealer kepada pelaku UMKM sebagai bentuk dukungan terhadap proses pengemasan yang lebih rapi, higienis, dan kedap udara. Penggunaan alat ini diharapkan mampu menjaga kualitas produk, memperpanjang daya simpan, serta memberikan kesan profesional sehingga lebih siap dipasarkan di toko maupun melalui platform digital.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa turut mendampingi pelaku usaha dalam proses pengemasan produk menggunakan kemasan plastik yang telah diberi label baru. Pendampingan dilakukan mulai dari penataan isi produk, pemasangan label, hingga praktik penggunaan hand sealer agar pelaku usaha dapat mengoperasikan alat tersebut secara mandiri setelah program berakhir. Selain itu, juga dilakukan pendataan untuk didaftarkan ke Google Maps.

Baca juga : BSI Bersama Danantara Perkuat Ekosistem UMKM Terintegrasi

Memasukkan foto produk dan alamat rumah produksi UMKM ke Google Maps (Foto: Dok. Tim KKN-BBK 8 UNAIR Kelompok Gading Wetan 1)

Ketua pelaksana program kerja bidang garap ekonomi UMKM BERANI, Citta Povani, menyampaikan bahwa branding merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Produk dengan kualitas baik akan memiliki peluang yang lebih besar apabila didukung oleh kemasan yang menarik, informatif, dan mudah dikenali oleh konsumen.

Pelaku UMKM menyambut baik kegiatan tersebut dan mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya kemasan sebagai bagian dari strategi pemasaran. Bantuan alat sealer juga dinilai sangat membantu karena sebelumnya proses penutupan kemasan masih dilakukan secara manual sehingga kurang efisien.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Perkuat Daya Saing 66 Ribu UMKM Lewat Storytelling

Melalui program UMKM BERANI, Tim KKN-BBK 8 UNAIR berharap pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing produk lokal di tengah perkembangan industri kreatif dan digital. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan kapasitas UMKM yang berkelanjutan.

septiani nur azeti
septiani nur azeti
Tamara Madiha Citta Povani, Tim KKN-BBK 8 UNAIR Kelompok Gading Wetan 1

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.