Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Memaksimalkan penggunaan energi terbarukan Amatil Indonesia yang sejalan dengan target pemerintah Indonesia khususnya pengurangan emisi karbon.
“Kita telah bertekad untuk mengurangi emisi karbon dan jejak lingkungan, sekaligus meningkatkan kemampuan kami dalam menghasilkan lebih banyak minuman dan menyegarkan lebih banyak orang,”ujar Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability Coca Cola Amatil Indonesia Lucia Karina saat menjadi narasumber pada gelaran website seminar (webinar) yang diselenggarakan Kompas bekerjasama dengan Institute For Essential Services Reform (IESR) dengan tajuk ”Siapkah Indonesia Tanpa Energi Fosil”.
Baca juga : Bintang NBA Dan WNBA Latih Putra Putri Indonesia Secara Virtual
Amatil Indonesia menjadi satu dari beberapa narasumber yang hadir: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Direktur Utama PT PLN Persero Darmawan Prasodjo, serta Ketua Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) Tri Mumpuni.
“Amatil Indonesia memandang investasi energi terbarukan sebagai perwujudan komitmen mencapai Sustainability Ambitions 2020-2040; yakni emisi nol bersih karbon pada tahun 2040,”tuturnya.
“Mengoptimalkan efisiensi energi yang dipakai dalam operasional, termasuk penggunaan sistem yang terintegrasi dan teknologi sensor otomatis pada mesin – mesin, mengurangi set point pressure pada kompresor yang kami pakai, pencahayaan, proses shutdown dan start-up otomatis, serta sistem perawatan,”terangnya.
“Energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan mencapai 442 GW. Di samping itu, sumber energi yang beragam seperti surya, air, angin, panas bumi, bio energi, dan gelombang samudera menjadi potensi bauran yang bisa dikembangkan,”pungkasnya.
Baca juga : Gandeng Pupuk Indonesia, Bank Mandiri Permudah Akses Modal Petani
Sementara itu, Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa Jawa Tengah menyimpan potensi cukup besar untuk dikembangkan; salah satunya PLTS Atap dan Terapung. Secara geografis Provinsi Jawa Tengah yang berada di daerah khatulistiwa yang terletak pada 10°LS memiliki intensitas penyinaran matahari 3,5 kwh/m²/hari sehingga seluruh wilayah di Jawa Tengah potensial untuk dibangun PLTS. [ARM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya