Dark/Light Mode

Roemah Koffie Angkat Warisan Nusantara Lewat Kopi Cublak Suweng

Kamis, 16 Juli 2026 19:18 WIB
Roemah Koffie memperkenalkan produk terbarunya, Cublak Suweng, roastery beans premium yang memadukan biji kopi Gayo, Aceh, dan Temanggung, Jawa Tengah, dalam peluncuran di Roemah Koffie PIK 2, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Foto: Roemah Koffie)
Roemah Koffie memperkenalkan produk terbarunya, Cublak Suweng, roastery beans premium yang memadukan biji kopi Gayo, Aceh, dan Temanggung, Jawa Tengah, dalam peluncuran di Roemah Koffie PIK 2, Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Foto: Roemah Koffie)

RM.id  Rakyat Merdeka - Roemah Koffie, member of RAI (Royal Agro Industri), meluncurkan produk premium roastery beans terbaru bertajuk 'Cublak Suweng', yang memadukan biji kopi Gayo, Aceh, dan Temanggung, Jawa Tengah.

Peluncuran Cublak Suweng menjadi bagian dari komitmen Roemah Koffie dalam melestarikan warisan budaya Nusantara melalui kopi sekaligus memperkenalkannya ke pasar internasional.

CEO Roemah Koffie Felix TJ mengatakan, nama Cublak Suweng diambil dari lagu dan permainan tradisional Jawa yang sarat makna tentang kebersamaan dan kebahagiaan.

Felix menjelaskan, dalam kopi Cublak Suweng, filosofi tersebut diresapi menjadi tiga lingkaran yang saling bertautan.

"Pertama, Inner Circle yaitu relasi personal dengan diri sendiri. Kedua, Shared Circle, yaitu, relasi dengan sesama, dan terakhir Eternal Circle yaitu relasi dengan alam," ujar Felix dalam konferensi pers di outlet Roemah Koffie PIK 2, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Baca juga : Pemerintah Perkuat Pengawasan DMO Batu Bara, Dorong PLN Percepatan Kontrak

Menurutnya, perpaduan karakter kopi Gayo dengan cita rasa karamel, hazelnut, dan cokelat dari kopi Temanggung menghasilkan profil rasa yang seimbang dan harmonis.

"Kami berharap Cublak Suweng dapat menjadi pintu bagi masyarakat Indonesia maupun mancanegara untuk menikmati kopi premium khas Indonesia," katanya.

Adapun, biji kopi Cublak Suweng diolah menggunakan kombinasi proses wet hulled (giling basah) dan natural, sehingga menghasilkan tingkat keasaman yang rendah, karakter rasa earthy, manis alami, serta body yang padat dan seimbang.

Sementara itu, Commercial Director Roemah Koffie Ryo Limijaya mengatakan, Cublak Suweng dikembangkan untuk menjawab meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi premium.

"Cublak Suweng tetap mempertahankan karakter kopi Indonesia yang kuat, tetapi memiliki spektrum rasa yang fleksibel. Kopi ini nikmat diseduh sebagai black coffee maupun dijadikan base espresso untuk latte dan berbagai kreasi kopi lainnya," kata Ryo.

Baca juga : Pengamat: Kunjungan Modi Momentum Bangkitkan Spirit Kejayaan Nusantara

Tak hanya menghadirkan cita rasa khas, Roemah Koffie juga mengangkat nilai budaya melalui desain kemasan. Ilustrasi kancil dan kura-kura dipilih sebagai representasi cerita rakyat Nusantara yang mengajarkan filosofi Jawa alon-alon asal kelakon.

Perusahaan berharap kemasan bergaya klasik tersebut dapat menjadikan Cublak Suweng sebagai oleh-oleh khas Indonesia bagi wisatawan mancanegara sekaligus mendukung ekspansi pasar ekspor.

Dalam peluncuran, Roemah Koffie juga menghadirkan sesi Tasting & Sensory Experience.

Para tamu diajak mengenal karakter rasa Cublak Suweng melalui penyajian Kopi Walik, serta menikmati kolaborasi dengan Boemi Botanical yang mengolah ekstrak kopi menjadi botanical room fragrance.

Roemah Koffie juga memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir dengan bekerja sama langsung bersama petani lokal.

Baca juga : Pandawa Hadirkan Cita Rasa Nusantara Lewat Warung Kopi Halal Di Sydney

Proses pengolahan dilakukan melalui fasilitas roastery PT Dewa Kopi Indonesia guna menjaga kualitas dan konsistensi produk berstandar internasional.

Sebelumnya, Roemah Koffie telah meluncurkan sejumlah varian premium bertema warisan budaya Nusantara, seperti Anak Daro dari Kerinci, Jambi, dan Rambadia dari Gayo, Aceh.

Cublak Suweng tersedia dalam pilihan whole beans dengan tingkat gilingan coarse, medium, dan fine dalam kemasan 200 gram serta 500 gram.

Produk ini juga hadir dalam bentuk kapsul berisi 10 sachet masing-masing 5,5 gram. Konsumen dapat memperolehnya di seluruh outlet Roemah Koffie di Jakarta dan Tangerang, serta di gerai premium seperti Grand Lucky, Kem Chicks, dan Papaya.

Ke depan, Roemah Koffie juga menyiapkan program pemberdayaan bagi petani kopi dan keluarga petani di Temanggung sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan industri kopi nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.