Dark/Light Mode

ODICOFF Di Belanda-Serbia Genjot Perdagangan Global Pertanian Indonesia

Senin, 6 Desember 2021 07:04 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto (tengah) menyaksikan penandatanganan kerja sama pertanian antara Serbia dan Indonesia/Ist
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto (tengah) menyaksikan penandatanganan kerja sama pertanian antara Serbia dan Indonesia/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Gelaran One Day with Indonesian Coffee, Fruits and Floriculture (ODICOFF) Belanda-Serbia, yang merupakan bagian dari keseluruhan Road Show produk pertanian Indonesia di 10 negara, memberikan dampak signifikan terhadap perdagangan pertanian Indonesia. 

Dari data yang dihimpun, pada gelaran ODICOFF Belanda-Serbia tercatat potensi penjualan senilai Rp 313,08 miliar atau setara 21,8 juta dolar AS (kurs Rp 14.320/dolar).

Potensi pasar sangat terbuka khususnya untuk kopi, buah-buahan tropis, tanaman hias, palm oil dan produk olahan pertanian lainnya.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto sebagai penanggung jawab ODICOFF Belanda-Serbia menjelaskan, pihaknya tidak hanya fokus pada gelaran pameran, juga berkoordinasi dengan pihak terkait memberikan akses pasar produk Indonesia maupun pengembangan pertanian di dalam negeri.

Baca juga : Pemerintah Genjot Testing Covid-19 Untuk Pengendalian Pandemi

"Belanda, kami melakukan upaya untuk mendapatkan benih bawang bombai yang nantinya bisa dikembangkan di dalam negeri. Di Serbia, kami mendapatkan tantangan market akses produk Indonesia ke Serbia, ” ujar Dirjen yang akrab dipanggil Anton ini. 

Bertemu Menteri Pertanian Serbia Branislav Nedimovic

Di Serbia, Delegasi Indonesia disambut langsung Menteri Pertanian Serbia Branislav Nedimovic untuk melakukan pertemuan bilateral yang berlokasi Gedung Kementerian Pertanian Serbia di Beograd. 

Salah satu topik pembahasan dari pertemuan tersebut, yakni mempererat hubungan dagang Indonesia-Serbia. 

Baca juga : Cegah Penyebaran Omicron, Bandara Soetta Perketat Pengawasan Perjalanan Internasional

“Kami telah bertemu dengan Menteri Pertanian Serbia. Beliau menyatakan potensi market, khususnya palm oil terbuka lebar 30 persen yang akan dialokasikan untuk Indonesia. Tak hanya itu, Serbia terbuka produk lainnya seperti alpukat, mangga, buah naga dan manggis, ” jelas Anton. 

Harga palm oil di Serbia, lanjut Anton, cenderung lebih mahal karena mengambil dari Itali dan Belanda yang notabene berasal dari Indonesia. 

Melalui pertemuan ini, Pemerintah Serbia berharap bisa direct membeli dari Indonesia, sehingga harga palm oil di negara tersebut bisa kompetitif. 

“Pemerintah Serbia ingin membeli langsung palm oil dari Indonesia dan ini potensi yang sangat besar,” katanya.

Baca juga : Dubes Muliaman Hadad Perkuat Kerja Sama Pertukaran Profesional Muda

Meski demikian, Serbia juga meminta pemerintah membuka akses pasar untuk gandum, jagung, daging babi, dan apelnya.

“Kami sampaikan bahwa permintaan akses pasar tersebut perlu diperhatikan terkait persyaratan dalam negeri berupa Pest Risk Analysis maupun Sanitary and Phytosanitary,”imbuhnya.

Dari kunjungan tersebut, dirinya akan melaporkan hasil pertemuan bilateral dengan Serbia, maupun keseluruhan rangkaian kegiatan ODICOFF di beberapa negara kepada Menteri Pertanian untuk mendapat arahan lebih lanjut.[KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.