Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kementan Tingkatkan Perdagangan Pertanian Dengan Serbia

Selasa, 30 Nopember 2021 07:39 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat berada di Belgrade Fair 15th Ethnic Food and Drink Fair, Beogard, Serbia, Senin (29/11)/Ist
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat berada di Belgrade Fair 15th Ethnic Food and Drink Fair, Beogard, Serbia, Senin (29/11)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Diplomasi Indonesia dan Serbia telah dilakukan sejak tahun 1954, kerja sama di bidang ekspor impor terjalin hingga saat ini. Ekspor Indonesia ke Serbia meliputi tekstil dan produk pertanian, sedangkan ekspor Serbia ke Indonesia meliputi mesin, amunisi, bahan kimia dan peralatan kesehatan.

Pimpinan rombongan delegasi ODICOFF Belanda-Serbia Prihasto Setyanto yang juga Dirjen Hortikultura Kementan hadir di Serbia bertepatan dengan event yang ada di wilayah setempat, yaitu Belgrade Fair 15th Ethnic Food and Drink Fair. 

Anton sapaan Dirjen Hortikultura menyampaikan, potensi pasar pertanian Serbia terbuka bagi produk pertanian Indonesia.

“Kami hari ini melihat pameran pertanian di Serbia, melihat produk-produk di sini untuk kami bandingkan dengan produk pertanian negara kami. Banyak produk lokal di sini yang kemasannya modern, ini yang nanti menjadi informasi bagi pelaku usaha Indonesia yang akan mengekspor produk pertanian" ujar Anton.

Berita Terkait : Bamsoet Dukung Cara Andika Selesaikan Masalah Papua Dengan Humanis

Indonesia sangat berpeluang meningkatkan ekspor yang saat ini sudah terjalin dengan Serbia.

Pihaknya melihat potensi itu (perdagangan pertanian) sangat besar, karena produk segar Indonesia baik buah, sayuran, kopi, serta produk pertanian lainnya, semisal kelapa dan turunannya.

“Kami lihat ada permintaan yang tinggi, apalagi di tengah pandemi ini. Kita perlu asupan nutrisi sehat yang berasal dari produk pertanian, dan kami lihat permintaan kopi di Serbia sangat besar," ucap Anton.

Saat ini neraca perdagangan pertanian Indonesia tehadap serbia di tahun 2020 surplus 1,6 juta dolar AS. Ini menjadi fokus kunjungan delegasi Indonesia untuk meningkatkan neraca perdagangan pertanian Indonesia.

Berita Terkait : Kontrak Dagang Komoditas Pertanian RI-Denmark Senilai Rp 94,4 Miliar

“Tugas kami di sini untuk memperkenalkan produk pertanian Indonesia melalui event yang akan dilaksanakan yaitu ODICOFF,” jelas Anton.

Diketahui, Kementan saat ini melakukan event yang bertajuk One Day with Indonesian Coffee, Fruits and Floriculture (ODICOFF) pada 29 November 2021 pukul 14.00 waktu setempat. 

Sebelum pelaksanaan ODICOFF, pihaknya akan melihat potensi market pertanian di sini, serta melakukan bilateral meeting dengan pemerintah setempat berkaitan dengan perizinan dan regulasi ekspor-impor di Serbia.

Duta Besar Indonesia untuk Serbia Mochamad Chandra Widya Yudha sangat mendukung kunjungan kerja Kementan ini.

Berita Terkait : Komnas HAM: KPI Gagal Ciptakan Lingkungan Kerja Yang Sehat

“Kami mendukung penuh agenda delegasi Indonesia yang hadir di Serbia dalam rangka peningkatan perdagangan pertanian Indonesia,” ujarnya. 

Dubes Chandra mengaku, selaku perwakilan Indonesia di Serbia, pihaknya mendukung suksesnya tujuan dari kunjungan kerja delegasi dari Kementan dan penyelenggaraan ODICOFF. [KAL]