Dewan Pers

Dark/Light Mode

KSP Cek Penanganan Kasus Covid-19 Di Salatiga

Jumat, 10 Desember 2021 16:41 WIB
Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo, bertemu dengan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, di Rumah Dinas Walikota, Jumat (10/12). (Foto: ist)
Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo, bertemu dengan Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, di Rumah Dinas Walikota, Jumat (10/12). (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kantor Staf Presiden (KSP) melaksanakan monitoring terhadap 8 Kabupaten/Kota yang mengalami peningkatan kasus Covid-19 selama 2 minggu berturut-turut.

Hal ini menundaklanjuti arahan Presiden Jokowi dalam rapat kabinet terkait evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Senin (6/12) lalu.

KSP dalam melaksanakan fungsinya mendukung Presiden dan Wakil Presiden untuk mengevaluasi program prioritas nasional dan isu strategis, melakukan verifikasi lapangan ke Kota Salatiga di Jawa Tengah yang sempat mengalami peningkatan kasus Covid-19.

Berita Terkait : 583 Perenang Ikuti IOSC 2021 Di Stadion Akuatik GBK

Sebelumnya, Pemerintah Kota Salatiga menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di salah satu Sekolah Dasar (SD) setelah belasan guru dan pelajar dinyatakan terpapar Covid-19 di sekolah.

“Kenaikan diakibatkan adanya klaster PTM di salah satu sekolah dasar. Pemkot Salatiga telah menutup sekolah tersebut selama 2 minggu dan menerapkan Active Case Finding serta Tracing,” kata Yuliyanto, Wali Kota Salatiga. 

Hasil penelusuran tim Satgas Salatiga menemukan bahwa klaster ini berawal dari salah satu guru yang pada tanggal 24 November lalu melakukan perjalanan pulang dari Manado. Hasil PCR saat melakukan perjalanan menunjukkan hasil negatif dan sang guru telah melaksanakan isolasi mandiri di rumah selama 5 hari. 

Berita Terkait : Penanganan Covid-19 Di Desa Lebih Ampuh

Sehingga pada 29 November, Guru tersebut kembali ke sekolah dan berinteraksi dengan tenaga pendidik dan para siswa. Namun, atas alasan kesehatan yang menurun, sang guru melaksanakan tes PCR pada tanggal 30 November dan hasilnya positif Covid-19. 

Adapun hasil contact tracing selama tiga hari menunjukan setidaknya 11 tenaga pendidik dan 1 siswa dinyatakan positif Covid-19 dan harus segera dikarantina. 

“KSP mengapresiasi inisiatif Wali Kota Salatiga memperkuat tracing menjadi 1 banding 29. Ini bisa dicontoh daerah lain agar peningkatan kasus segera terkendali sekaligus mengingatkan kita semua bahwa testing dan tracing tidak boleh kendor,” kata Tenaga Ahli Utama KSP, Abraham Wirotomo.

Berita Terkait : Sistem Pencegahan Korupsi Di AP II Dijempolin BPKP

Kota Salatiga menjadi salah satu kota dengan angka tracing yang tertinggi di Indonesia yakni 29 kontak erat per kasus. Tingginya angka tracing diperkirakan menjadi salah satu alasan terkendalinya angka kasus Covid-19 di Salatiga yang saat ini tetap berstatus PPKM level 1. 

Sementara itu pada Kamis (9/12), Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Dalam Instruksi Mendagri tersebut, per tanggal 24 Desember, Pemerintah Daerah dihimbau untuk segera melaksanakan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

“Percepatan vaksin harus terus dipastikan apalagi sekarang sudah ada vaksin Covid-19 untuk anak 6-11 tahun. Kebijakan ini diharapkan dapat menurunkan kemungkinan klaster PTM ke depan,” lanjut Abraham. [DIT]