Dewan Pers

Dark/Light Mode

Garuda Indonesia Terbangkan 65 Ton Bantuan Kemanusiaan Pemri Ke Afghanistan

Minggu, 9 Januari 2022 19:48 WIB
Pesawat Garuda GA 7900 yang berangkat, Minggu 9 Januari 2022 dini hari, dan telah tiba di Kabul, Afghanistan dalam rangka misi pengiriman bantuan kemanusiaan. (Foto Garuda Indonesia/RM)
Pesawat Garuda GA 7900 yang berangkat, Minggu 9 Januari 2022 dini hari, dan telah tiba di Kabul, Afghanistan dalam rangka misi pengiriman bantuan kemanusiaan. (Foto Garuda Indonesia/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia pada hari ini, Minggu ( 9/1) menerbangkan dua armada Airbus A330-300 yang mengangkut bantuan kemanusiaan dari Indonesia ke Kabul, Afghanistan

Bantuan tersebut merupakan realisasi komitmen Pemerintah Republik Indonesia (Pemri) untuk membantu negara tersebut mengatasi krisis humaniter. 

Menlu Retno Marsudi dan Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra melepas penerbangan bantuan kemanusiaan Pemerintan Indonesia ke Afghanistan. (Foto Garuda Indonesia/RM)

Berita Terkait : Persija Ngarep Makan Konate Turun Saat Lawan Persipura

Melalui program Indonesia Humanitarian Aid to the People of Aghanistan, Garuda Indonesia menerbangkan sedikitnya 65 ton bantuan kemanusian. Terdiri dari bantuan kebutuhan pokok dan kebutuhan penunjang lainnya.

Dua pesawat Garuda Indonesia yang membawa bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan dilepas langsung Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dari Bandara Soekarno Hatta, sekitar pukul 02.00 Minggu (9/1). 

Berita Terkait : Misi Balas Dendam Pesut Etam Lawan Persik Kediri

Adapun penerbangan tersebut turut dikawal Tim Diplomat Kementerian Luar Negeri RI, Tim Medis, maupun Tim Pengamanan guna memastikan kelancaran proses pendistribusian bantuan kemanusiaan tersebut.

Bantuan kemanusiaan ini diberikan sebagai respons terhadap situasi kemanusiaan di Afghanistan yang memprihatinkan. Bantuan diberikan sesuai dengan kebutuhan, berdasarkan asesmen yang dilakukan World Food Programme (WFP),” pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. 
 Selanjutnya