Dark/Light Mode

Pemerintah Pusat dan Daerah Kolaborasi

9.300 Orang Terjun Bersihkan Kali Ciliwung

Senin, 24 Juni 2019 05:31 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (tengah) bersama Wakil Gubernur Jabar UU Ruzhanul Ulum (kanan) memasukkan sampah kedalam karung di bantaran Sungai Ciliwung saat Bebersih Ciliwung 2019 di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, kemarin. (Foto: Antara).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar (tengah) bersama Wakil Gubernur Jabar UU Ruzhanul Ulum (kanan) memasukkan sampah kedalam karung di bantaran Sungai Ciliwung saat Bebersih Ciliwung 2019 di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, kemarin. (Foto: Antara).

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Bogor Ade Yasin, bersama sejumlah elemen masyarakat, menggelar aksi bersama membersihkan Sungai Ciliwung, di kawasan Sukajadi, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Bara (Jabar), kemarin.

Aksi bebersih ini dicatat Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena berhasil melibatkan 9.300 orang. Mereka menyebar ke 36 titik di 33 kecamatan di sepanjang Sungai Ciliwung.

Selain melakukan aksi bebersih, para peserta melakukan kampanye dan edukasi lingkungan kepada masyarakat. Adapun sejumlah pihak yang terlibat pada kegiatan ini di antaranya Yayasan Bambu Indonesia, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) se-Jabodetabek, Jaringan Jawara Peduli Ciliwung, pelajar, karang taruna, jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan unsur Pemerintah Provinsi (pemprov) Jabar, Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bogor, Pemerintah Kota (pemkot) Bogor, pemkot Depok, dan pemprov DKI Jakarta.

Baca juga : Amerika dan Iran Kalem Dong...

Menteri Siti mengungkapkan, pihaknya telah memberikan arahan-arahan khusus kepada setiap pemda khususnya bupati dan wali Kota agar memanfaatkan lingkungan Sungai Ciliwung dan memerangi pembuangan sampah.

“Pemerintah daerah harus benar-benar mengontrol sumber-sumber masalah yang menyebabkan pencemaran agar sungai bisa bersih,” ungkap Siti.

Data penelitian KLHK tentang pencemaran Sungai Ciliwung sungguh memperihatinkan. Harus ada upaya besar untuk melestarikan sungai dengan panjang 119 kilo meter (km) tersebut.

Baca juga : Elemen Pemuda dan Masyarakat Dorong KPSN Terus Bersihkan PSSI

Jumlah limbah rumah, sampah, limbah industri, limbah ternak dan pencemaran dari aktifitas pertanian tercatat sebesar 54,4 ton Biochemical Oxygen Demand (BOD) perharinya. Padahal kemampuan sungai hanya 9,29 ton BOD per hari.

Siti menuturkan, pelestarian Sungai Ciliwung saat ini ini bertambah berat. Karena, tata ruang dan tutupan lahan berubah (alih fungsi lahan) sangat tinggi.

“Perubahan tata ruang dan tutupan lahan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung terutama di Bogor, Depok dan Jakarta Selatan sebesar 37,11 persen.

Baca juga : Setelah Anies Keluarkan IMB Di Tanah Reklamasi, Ahoker Berisik Lagi

Hal ii tidak hanya menyebabkan penurunan kualitas lingkungan tetapi juga meningkatkan kerentanan dari bencana banjir maupun longsor,” jelasnya. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.