Dark/Light Mode

Jalur Selatan, Alternatif Bagi Pemudik Jateng Dan Jatim

Selasa, 19 April 2022 21:37 WIB
Sejken Kemenhub Djoko Sasono saat meninjau langsung kesiapan jalur Pantai Selatan Jawa, Selasa (19/4). (Foto: dok. Kemenhub)
Sejken Kemenhub Djoko Sasono saat meninjau langsung kesiapan jalur Pantai Selatan Jawa, Selasa (19/4). (Foto: dok. Kemenhub)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang musim mudik Lebaran 2022, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Djoko Sasono didampingi sejumlah pejabat meninjau langsung kesiapan jalur Pantai Selatan Jawa, Selasa (19/4).

Djoko menyampaikan jaringan infrastruktur jalan dari Jakarta hingga Banjar Patroman terpantau baik. Namun Djoko menyebut terdapat titik pasar tumpah yang harus diwaspadi karena berpotensi menimbulkan kemacetan, yaitu Pasar Limbangan dan Pasar Malangbong di Kabupaten Garut.

"Hari ini kami melakukan perjalanan dari Jakarta saat ini kami sudah sampai di Banjar Patroman. Kami melihat jaringan jalan sudah bagus, " ujar Djoko.

Baca juga : Tekan Angka Kecelakaan, Lestari Harap Pemudik Disiplin Berlalu Lintas

Ia menambahkan, nanti pasti akan menemukan ada beberapa kegiatan yang mungkin saja nanti perlu dilakukan langkah-langkah untuk meminimalkan dampaknya terhadap gangguan lalu lintas, seperti adanya pasar tumpah dan segala macam tadi kejadian bisa ditemukan.

Djoko mengungkapkan, pada peninjauan ini pihaknya telah mendokumentasikan video perjalanan dimana nantinya pihaknya akan mengevaluasi titik-titik yang akan berpotensi rawan kemacetan.

Pihaknya berharap jalur selatan Jawa ini nantinya dapat menjadi jalur alternatif bagi para pemudik.

Baca juga : Setan Merah Bajak Ten Hag

"Saya harap paling tidak kalau bisa 20 persen bisa beralih ke Pantai Selatan (Pansela), maka beban di jalur tengah dan jalur Pantura bisa sedikit lebih baik. Semoga saja Pansela betul-betul bisa menjadi alternatif bagi pemudik ke Jawa Tengah dan Jawa Timur," ungkap Djoko.

Sementara itu Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah IX Denny Michels Adlan mengungkapkan pada jalur Pansela khususnya di titik yang berpotensi terjadi kemacetan seperti Pasar Limbangan pihaknya akan melakukan sejumlah strategi.

"Di Pasar Limbangan, rencana akan dilakukan kanalisasi berupa pemasangan water barrier dan traffic cone untuk sterilisasi angkot ngetem dan untuk tempat penyeberangan masyarakat khusus atau zebra cross kemudian tergantung situasi akan diberlakukan one way sepenggal," ujarnya.

Baca juga : Puan: Aplikasi PeduliLindungi Bantu Penanganan Covid

Pihaknya menghimbau agar para pemudik kendaraan pribadi yang melalui pansela dapat menggunakan jalur alternatif menuju Sumedang via Wado. Namun pihaknya menegaskan untuk jalur ini tidak disarankan bagi kendaraan besar seperti bus/truk.

Terdapat sejumlah jalur alternatif bagi pada pemudik. Alternatif pertama yaitu Cileunyi – Solokan Jeruk – Alun Alun Majalaya –Simpang 3 Cijapati – Rancasalak – Kadungora – Lingkar Leles – Cibatu – Pasar Bandrek – Malangbong - Tasikmalaya.

Alterntif kedua Cileunyi – Jatinangor (Via Tol Exit Pamulihan) – Parakan Muncang – Cicalengka - Simpang 3 Cijapati. dan alterntif ketiga Cileunyi – Pamulihan -Leuwigoong – Sumedang. Sedangkan untuk alternatif keempat yaitu Cileunyi – Pamulihan – Wado - Tasikmalaya. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.