Dewan Pers

Dark/Light Mode

Status Endemi Bukan Tujuan Akhir Covid-19

Sabtu, 14 Mei 2022 07:40 WIB
Pakar epidemiologi Dicky Budiman. (Foto: Antara)
Pakar epidemiologi Dicky Budiman. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Penambahan angka kasus Covid-19 di Indonesia berhasil ditekan hingga di bawah 500 kasus per hari.

Pemerintah pun menyatakan, saat ini dalam masa transisi dari pandemi Covid-19 menjadi endemi. Tapi, pakar epidemiologi Dicky Budiman mengingatkan, endemi bukanlah tujuan akhir Covid-19.

Berita Terkait : Frisian Flag Indonesia Serahkan Beasiswa Bagi Anak Indonesia Terdampak Covid-19

“Kita sudah di dalam track yang benar. Tapi saya ingin meluruskan berbagai statement bahwa kita jangan sampai menjadikan endemi sebagai tujuan. Endemi bukan tujuan,” ujar Dicky dalam diskusi virtual, kemarin.

Dia menjelaskan, berdasarkan berbagai literatur, pandemi merupakan pertumbuhan penyakit secara eksponensial yang terjadi di berbagai negara setiap harinya. Sedangkan endemi, wabah penyakit yang secara konsisten ada tetapi terbatas pada daerah tertentu saja.

Berita Terkait : Indonesia Siap Keluar Dari Darurat Covid-19

“Saat ini kita sudah tepat bahwa Indonesia sudah masuk fase transisi dari pandemi menuju endemi. Dari setiap sejarah pandemi memang seperti itu,” jelasnya.

Tapi diingatkan Dicky, bagi Indonesia yang penanganan Covid-nya diakui global, harus ada target yang lebih baik dari sekadar masuk ke masa endemi.

Berita Terkait : SEA Games, Asnawi Dipastikan Turun Lawan Timor Leste

“Yang utama dalam penanganan pandemi adalah pengendalian Covid-19. Pengendalian adalah tujuannya,” imbuh Dicky.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia ini menyatakan, ketika mengarah kepada pengendalian, maka kasus bisa turun sangat signifikan. Kalau bisa, angka kematian harus nol. Nah, kalau endemi, kasus tetap ada, meski sedikit. Yang meninggal, juga tetap ada.
 Selanjutnya