Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pastikan Lalu Lintas Sapi Antar Area Aman, Mentan Turun Ke Lapangan

Minggu, 22 Mei 2022 08:45 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo melalukan monitoring tindakan karantina di Cilegon/Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo melalukan monitoring tindakan karantina di Cilegon/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) secara langsung memastikan lalu lintas sapi antar-area berjalan sesuai Standard Operating Procedure (SOP). Terutama dalam penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Pelabuhan Merak, Sabtu (21/5).

SYL yang didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang, melakukan inspeksi terkait pengawasan terhadap sapi yang akan dilalulintaskan keluar Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian secara aktif terus melakukan pengawasan terhadap hewan ternak di tempat pemasukan dan pengeluaran diseluruh wilayah Tanah Air.

Berdasarkan data pada sistem lalu lintas perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Cilegon, tercatat peningkatan lalu lintas komoditas asal sektor peternakan yang meningkat signifikan. 

Pada tahun 2021, media pembawa rentan PMK yang dilalulintaskan mencapai 25.153 ekor. Angka ini meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingan lalu lintas ternak rentan PMK di tahun 2020 yang hanya tercatat 10.745 ekor  saja.

Berita Terkait : Pastikan Bebas Dari PMK, Mentan Tinjau Peternakan Sapi Di Banten

"Hari ini saya berkesempatan memastikan bahwa Badan Karantina Pertanian menerapkan biosekuriti terhadap pengeluaran 149 ekor sapi tujuan Pekanbaru. Lalu lintas dari Pelabuhan Merak melalui Pelabuhan Bakauheni," kata SYL saat melalukan monitoring tindakan karantina di Cilegon.

Tindakan karantina meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan dokumen, dan penyemprotan disinfektan. Hal ini untuk membunuh virus kemungkinan masih terbawa, salah satunya penyebab PMK. 

"Tidak ada lalu lintas hewan di sini yang bisa lolos tanpa protokol, yang tidak lolos, berhentikan sampai di sini," kata SYL.

SYL mengapresiasi kinerja Barantan dan juga instansi terkait lain untuk memperketat pengawasan di tempat pengeluaran dan pemasukan. Dia yakin bahwa PMK dapat disembuhkan, dan aman bagi manusia.

Apel Siaga PMK

Berita Terkait : Panitia Pesonas 2022 Siap Gelar Test Event Di Semarang

Kegiatan monitoring diawali dengan apel Siaga PMK yang langsung dipimpin oleh Mentan. Hal ini untuk menjamin keamanan dan kesehatan lalu lintas hewan terbak, termasuk untuk kebutuhan Iduladha. 

"PMK ada, iya. Tapi PMK bisa sembuh. PMK memang hadir, tapi tidak membahayakan manusia. Artinya, dagingnya pun sesuai dengan protokol kesehatan dapat dimakan. Karena itu, menghadapi Idul Adha besok tidak boleh ada kepanikan, siapapun," jelas SYL.

Sementara, Bambang mengatakan, Siaga PMK ini merupakan respons dari Kementan menjamin lalu lintas hewan ternak aman di tengah wabah PMK. 

"Kami lakukan pengawasan di tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa, seperti di Pelabuhan Merak. Sebelumnya, hewan ternak dipastikan sudah memenuhi biosekuritinya. Terpenuhi masa karantina selama empat belas hari," ujarnya. 

Bambang mengatakan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan dokumen meliputi SKKH yang dilengkapi surat rekomendasi pengeluaran dan pemasukan dari Dinas Peternakan sesuai dengan Permentan 21 tahun 2015.

Berita Terkait : Di Depan Biden, Jokowi Berani Tampil Di Tengah

Pencegahan PMK, kata Bambang, perlu koordinasi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini untuk memastikan tidak ada penyebaran ke daerah yang masih terbebas PMK. 

Turut hadir dalam acara Siaga PMK, yaitu Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Barantan Wisnu Wisesa Putra, Kepala Pusat Kepatuhan, Kerja Sama dan Informasi Perkarantinaan Barantan Junaidi dan Kepala Karantina Pertanian Cilegon Arum KD

Hadir juga Wakil Wali Kota Cilegon Sanuji Pentamarta, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Agus M. Tauchid, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Efa Sarifah, PT Krakatau Bandar Samudra, PT Pelindo II Banten, serta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Merak (KSKP) Pusat Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL).■