Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sampaikan Sikap Soal Rusia Vs Ukraina

Di Depan Biden, Jokowi Berani Tampil Di Tengah

Minggu, 15 Mei 2022 06:55 WIB
Disaksikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Jokowi berbicara dalam acara KTT Khusus ASEAN-AS, di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (13/5). Dalam forum tersebut, Jokowi meminta perang Rusia melawan Ukraina segera dihentikan.
Disaksikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Jokowi berbicara dalam acara KTT Khusus ASEAN-AS, di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (13/5). Dalam forum tersebut, Jokowi meminta perang Rusia melawan Ukraina segera dihentikan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Sikap Presiden Jokowi soal perang Rusia-Ukraina masih tak berubah. Mantan Wali Kota Solo ini menilai, konflik kedua negara itu harus segera diakhiri lewat jalur perundingan. Sikap ini pula yang disampaikan Jokowi di hadapan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden dalam KTT ASEAN-AS, kemarin. Di depan Biden, yang sudah terang-terangan membela Ukraina, Jokowi berani tampil di tengah.

Sikap Jokowi soal perang Rusia-Ukraina ini disampaikan dalam KTT Khusus ASEAN-AS yang digelar di Departemen Luar Negeri AS, Washington DC, Jumat (13/5). Sikap Jokowi ini tentu patut diapresiasi. Pasalnya, sejak awal AS sudah terang-terangan mendukung Ukraina dan memberikan berbagai sanksi ekonomi kepada Rusia. Tak hanya membela, AS bahkan memobilisasi sekutunya dan negara lain agar mengikuti kebijakan negaranya.

Gara-gara ini, AS melayangkan protes bernada ancaman kepada Indonesia karena masih mengundang Rusia di KTT G20 yang akan digelar di Bali, November nanti. AS menyatakan tak akan hadir jika RI masih mengundang Rusia. Ancaman itu pernah direalisasikan dalam forum pertemuan Menteri Keuangan G20 yang digelar di Washington, bulan lalu. Saat itu, delegasi AS, Inggris dan Kanada melakukan aksi walkout saat delegasi Rusia naik ke mimbar.

Berita Terkait : Jokowi Senyumnya Merekah

Ancaman AS itu ternyata tak bikin Jokowi gentar. Bahkan, di hadapan Biden sendiri, Jokowi menegaskan sikap politik Indonesia soal perang Rusia-Ukraina.

Menurut Jokowi, perang di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. Harga pangan, energi, dan inflasi telah terjadi, dan sangat memperberat perekonomian di negara berkembang.

Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi Covid-19, kata Jokowi, dunia menghadapi masalah baru. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka.

Berita Terkait : Teman Sandi Gelar Gotong Royong, Deklarasi Dan Konvoi Bareng Ojol Di Cilegon

Menurut Jokowi, perang di Ukraina telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara.

“Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud,” kata Jokowi.

Gara-gara perang, pertumbuhan ekonomi dunia ikut terdampak. IMF menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di emerging and developing Asia sebesar 0,5 persen pada 2022 dan 0,2 persen pada 2023. Sementara Bank Dunia menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi beberapa negara ASEAN hingga 1,2 persen.

Berita Terkait : Sambut PM Jepang Di Istana Bogor, Presiden Jokowi Beberkan Kesepakatan Dengan Fumio Kishida

“Bagi sebagian anggota ASEAN, kenaikan 10 persen dari harga minyak akan berdampak menurunnya pendapatan nasional sebesar 0,7 persen dan kenaikan harga gandum akan mengakibatkan peningkatan kemiskinan sebesar 1 persen,” jelasnya.
 Selanjutnya