Dewan Pers

Dark/Light Mode

Program Irigasi Kementan Optimalkan Pengembangan Budidaya Petani Di Kulon Progo

Sabtu, 2 Juli 2022 21:12 WIB
Program irigasi perpipaan Kementan di Kulon Progo/Ist
Program irigasi perpipaan Kementan di Kulon Progo/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebagai faktor penting bagi pengembangan pertanian, keberadaan air tak boleh terganggu sama sekali. Untuk menjamin hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program irigasi perpipaan untuk Kelompok Tani Sri Rahayu di Pedukuhan Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

Program Irigasi perpipaan Kementan amat dirasakan oleh petani. Budidaya perkebunan kopi, kakao dan cengkeh yang menjadi komoditas kelompok tani ini berkembang cukup pesat setelah mendapatkan pasokan air yang stabil dari irigasi perpipaan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, irigasi merupakan salah satu faktor pendukung bagi tumbuh kembang pertanian. 

Dalam meningkatkan produktivitas, SYL menyebut irigasi memiliki faktor yang cukup penting. 

Berita Terkait : HUT Ke-57, Telkom Dorong Pengembangan UMKM Di Kota Bangka

“Tanpa pasokan air yang cukup, mustahil pertanian dapat berkembang baik. Oleh karenanya, air harus selalu dijamin keberadaannya dalam sistem pertanian kita," kata SYL.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, selain meningkatkan produktivitas pertanian, irigasi perpipaan menjadi faktor pendukung bagi penguatan kapasitas petani dalam hal kesejahteraan mereka. 

“Program irigasi itu bertalian dengan produktivitas dan kesejahteraan petani. Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional," tutur Ali.

Menurutnya, program irigasi perpipaan dengan memanfaatkan air tanah menjadi potensi sumber daya air permukaan sebagai suplai irigasi bagi tanaman.

Berita Terkait : Peradi Beri Kesempatan Kedua Penyintas Covid-19 Ikuti Ujian Profesi Advokat

“Irigasi bertujuan menjaga tingkat produktivitas petani dalam mengembangkan budidaya pertanian. Irigasi pertanian menjaga ketersediaan air bagi tanaman saat musim kemarau tiba,” jelas Ali.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan Rahmanto berharap masyarakat sekitar bisa menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpipaan ini. 

“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga pendapatan para petani,” katanya.

Rahmanto mengatakan, lokasi areal budidaya perkebunan seluas 25 hektar milik Kelompok Tani Sri Rahayu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo ini, semula tidak memiliki sumber pengairan. Diharapkan, setelah program pemerintah ini berjalan produktivitas meningkat. 

Berita Terkait : KPK Pastikan Proses Penanganan Perkara Mardani Maming Sudah Sesuai Prosedur

“Irigasi perpipaan sepanjang 950 meter yang melayani pengairan budidaya kopi, kakao dan cengkeh seluas 25 hektar ini mampu membantu panen lebih rutin, dan berdampak pada perekonomian petani,” tutur Rahmanto.■