Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Program Irigasi Kementan Optimalkan Pengembangan Budidaya Petani Di Kulon Progo
Sabtu, 2 Juli 2022 21:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai faktor penting bagi pengembangan pertanian, keberadaan air tak boleh terganggu sama sekali. Untuk menjamin hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) merealisasikan program irigasi perpipaan untuk Kelompok Tani Sri Rahayu di Pedukuhan Gunungkelir, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.
Program Irigasi perpipaan Kementan amat dirasakan oleh petani. Budidaya perkebunan kopi, kakao dan cengkeh yang menjadi komoditas kelompok tani ini berkembang cukup pesat setelah mendapatkan pasokan air yang stabil dari irigasi perpipaan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, irigasi merupakan salah satu faktor pendukung bagi tumbuh kembang pertanian.
Dalam meningkatkan produktivitas, SYL menyebut irigasi memiliki faktor yang cukup penting.
Baca juga : HUT Ke-57, Telkom Dorong Pengembangan UMKM Di Kota Bangka
“Tanpa pasokan air yang cukup, mustahil pertanian dapat berkembang baik. Oleh karenanya, air harus selalu dijamin keberadaannya dalam sistem pertanian kita," kata SYL.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Ali Jamil mengatakan, selain meningkatkan produktivitas pertanian, irigasi perpipaan menjadi faktor pendukung bagi penguatan kapasitas petani dalam hal kesejahteraan mereka.
“Program irigasi itu bertalian dengan produktivitas dan kesejahteraan petani. Program ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian nasional," tutur Ali.
Menurutnya, program irigasi perpipaan dengan memanfaatkan air tanah menjadi potensi sumber daya air permukaan sebagai suplai irigasi bagi tanaman.
Baca juga : Peradi Beri Kesempatan Kedua Penyintas Covid-19 Ikuti Ujian Profesi Advokat
“Irigasi bertujuan menjaga tingkat produktivitas petani dalam mengembangkan budidaya pertanian. Irigasi pertanian menjaga ketersediaan air bagi tanaman saat musim kemarau tiba,” jelas Ali.
Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan Rahmanto berharap masyarakat sekitar bisa menjaga dan memaksimalkan fungsi irigasi perpipaan ini.
“Bukan hanya produktivitas yang meningkat, tetapi juga pendapatan para petani,” katanya.
Rahmanto mengatakan, lokasi areal budidaya perkebunan seluas 25 hektar milik Kelompok Tani Sri Rahayu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo ini, semula tidak memiliki sumber pengairan. Diharapkan, setelah program pemerintah ini berjalan produktivitas meningkat.
Baca juga : KPK Pastikan Proses Penanganan Perkara Mardani Maming Sudah Sesuai Prosedur
“Irigasi perpipaan sepanjang 950 meter yang melayani pengairan budidaya kopi, kakao dan cengkeh seluas 25 hektar ini mampu membantu panen lebih rutin, dan berdampak pada perekonomian petani,” tutur Rahmanto.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya