Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pelaksanaan Vaksinasi PMK Terbukti Efektif

Selasa, 19 Juli 2022 11:40 WIB
Pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak/Ist
Pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan ternak/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil evaluasi yang dilakukan oleh Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates Kementerian Pertanian (Kementan), menunjukkan hasil bahwa vaksinasi PMK telah efektif meningkatkan kekebalan tubuh ternak. 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah saat Apel Pagi di Kementan, Senin (18/7).

Nasrullah mengatakan, dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Kementan, yaitu BBVet Wates, dilaporkan bahwa berdasarkan hasil uji titer antibodi PMK dengan uji ELISA Tipe NSP/Non Struktur Protein, sapi-sapi yang terdeteksi seropositive tidak menunjukkan gejala klinis PMK. 

“Ini artinya, vaksinasi mampu merangsang respons kekebalan tubuh ternak yang baik dan spesifik terhadap virus PMK serotipe O, serta mampu mengurangi derajat keparahan penyakit PMK, dan melindungi dari infeksi,” ungkap Nasrullah.

Dia menjelaskan, BBVet Wates pada 6-7 Juli 2022 telah melaksanakan evaluasi untuk mengetahui efektifitas vaksinasi dengan mengambil sampel di Peternakan Sapi di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah dan Kabupaten Sleman, Yogyakarta. 

Berdasarkan Screening antibody ELISA Tipe SP (Struktur Protein), sapi-sapi yang divaksinasi pada 18 hari post vaksinasi menunjukkan vaksin PMK mampu merangsang respons kekebalan tubuh sebanyak 83,9 persen dan pada 12 hari post vaksinasi menunjukkan vaksin PMK mampu merangsang respons kekebalan tubuh sebanyak 63,3 persen.

Berita Terkait : Perkuat Ketahanan Pangan, BMKG Gencar Edukasi Petani Lewat SLI

"Data ini masih preliminary, dan monitoring pascavaksinasi akan terus dilaksanakan untuk melihat keberhasilan vaksinasi," ungkap Nasrullah.

Nasrullah menyampaikan ada lima hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian PMK, di antaranya: 1). Melakukan vaksinasi ternak sehat yang rentan terhadap PMK; 2). Menjaga sanitasi dan biosekuriti kandang; 3). Mengatur dan membatasi lalu lintas ternak dan produk ternak; 4). Mengisolasi ternak sakit dan ternak baru; 5). Melaksanakan stamping out (pemusnahan) ternak sakit di pulau yang masih bebas PMK.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, Kementan telah mendistribusikan vaksin yang dilakukan secara bertahap, dengan target populasi yang pertama, ternak aset dan ternak dengan nilai ekonomi tinggi seperti sapi/kerbau perah dan sapi bibit, serta sapi yang berpotensi tinggi untuk dilalulintaskan di provinsi terdampak. 

Nasrullah menyebutkan, total ketersediaan vaksin saat ini sebanyak 3 juta dosis (pengadaan tahap 1 sebanyak 800 ribu dosis dan tahap 2 sebanyak 2,2 juta dosis).

Distribusi vaksin ke provinsi dilakukan secara bertahap dan per tanggal 17 Juli 2022 telah terdistribusi sebanyak 1.443.500 dosis. 

Dia mengatakan, berdasarkan data laporan manual dari 22 provinsi terdampak bahwa ternak yang telah divaksinasi sejak 25 Juni 2022 sampai 17 Juli 2022 sebanyak 636.205 ekor atau 79,8 persen dari 798.400 dosis vaksin yang terdistribusi pada tahap 1. 

Berita Terkait : Persaingan Lini Tengah Persib Makin Ketat

“Saat ini vaksin masih terus didistribusikan, dan kegiatan vaksinasi masih terus berjalan,” ungkap Nasrullah.

Selain itu, Nasrullah mengatakan, Pemerintah saat ini telah mengalokasikan tambahan vaksin sebanyak 28.841.638 dosis dan pengantian ternak/santunan sebanyak 15.000 ekor. 

“Kita juga mengalokasikan tambahan untuk penyediaan obat-obatan dan vitamin  sebanyak 2,5 juta dosis, serta penandaan untuk pendataan ternak sebanyak 14.825.819 unit,” katanya.

Sebagai informasi, pelaksanaan tambahan vaksinasi dan komponen pendukung PMK lainnya dialokasikan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tahun 2022 senilai 3,08 triliun, yang akan efektif dilaksanakan dalam 4 bulan ke depan dengan harapan penangganan PMK dapat optimal dikendalikan.

Nasrullah menambahkan, saat ini Pemerintah menargetkan agar wilayah merah untuk kasus terendah secepatnya menjadi hijau (zero kasus) dengan dilakukan pemotongan bersyarat. 

“Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan dilaporkan saat ini sudah zero kasus, sedangkan yang lain masih dalam proses,” ungkap Nasrullah. 

Berita Terkait : Gubernur Riau Dukung Pelaksanaan Vaksinasi PMK Hewan Ternak

Ternak yang dipotong bersyarat diberikan Bantuan Pemerintah dengan mengacu pada Keputusan Menteri Pertanian No 518/KPTS/PK.300/M/7/2022 tanggal 7 Juli 2022.

Lebih lanjut, Nasrullah menekankan, pemerintah bersama Pemerintah Daerah dan kerja sama dengan stakeholder terkait lainnya saat ini tengah fokus dan terus bekerja keras untuk mengendalikan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Gugus Tugas di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan jumlah posko 177 unit siap siaga 24 jam bekerja untuk mengatasi PMK ini. “Kami juga bekerja sama dengan BNPB, TNI dan Polri,” ungkap Nasrullah. 

Kalau dilihat dari data siagapmk.id saat ini, ternak sakit yang dilaporkan sebanyak 1.149 ekor atau menurun 91,19 persen dari puncak kasus.

“Kami harapkan PMK ini secapatnya bisa diatasi bersama dengan kerja sama semua pihak,” pungkasnya.■