Dewan Pers

Dark/Light Mode

Diresmikan Jokowi, Terminal Kijing Kerek Daya Saing Produk Unggulan Kalbar

Selasa, 9 Agustus 2022 17:31 WIB
Presiden Jokowi meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (9/8). (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (9/8). (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi meresmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar). Kehadiran terminal ini akan mendukung industrialisasi di daerah tersebut.

Peresmian dilakukan, Selasa (9/8). Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, dan Direktur Utama PT. Pelindo Arif Suhartono. 

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Terminal Kijing sudah dibangun sejak tahun 2016 dan kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk unggulan yang dihasilkan Provinsi Kalbar seperti: CPO, alumina, bauksit, dan komoditas lainnya.

Berita Terkait : Satu Tahun Alih Kelola, Pertamina Sukses Kerek Produksi WK Rokan

Dengan nilai investasi sekitar Rp 2,9 Triliun, kehadiran pelabuhan ini juga diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar pulau di Indonesia dan juga antar negara. “Pelabuhan ini memiliki kapasitas 500 ribu Teus dan 8 juta non petikemas. Ini sangat besar sekali dan merupakan pelabuhan terbesar yang ada di Kalimantan,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Presiden juga meminta, Kementerian PUPR untuk melakukan pelebaran akses jalan, guna memperlancar pergerakan kendaraan kontainer dari dan menuju ke Terminal Kijing.

Pada kesempatan yang sama, Menhub menjelaskan, Pemerintah telah menugaskan PT Pelindo melalui konsesi, untuk membangun Terminal Kijing yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Berita Terkait : Tingkatkan Produktivitas Petani, Petrokimia Gresik Hadirkan 3 Produk Baru

“Pembangunan Terminal Kijing dilatarbelakangi makin terbatasnya kondisi Pelabuhan Pontianak eksisting yang sudah mengalami pendangkalan dan lokasinya yang berada di tengah kota,” kata Menhub.

Kehadiran Terminal Kijing diharapkan dapat menggantikan pelabuhan yang lama dan memberikan ruang tumbuhnya titik-titik industri baru, serta memberikan kesempatan bagi kapal tol laut yang membawa produk dalam negeri untuk menyinggahi Provinsi Kalbar.

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan, terima kasih kepada Presiden, Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) yang telah memberikan dukungan terhadap kelancaran pembangunan Terminal Kijing.

Berita Terkait : Prof Didik Ingatkan Pemerintah Soal APBN

Terminal Kijing akan menjadi pelabuhan berstandar internasional terbesar di Pulau Kalimantan yang akan diintegrasikan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mempawah, guna mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.

Progres pekerjaan fisik Terminal Kijing saat ini telah selesai 100 persen dan siap untuk dioperasikan. Adapun fasilitas yang telah dibangun pada Tahap IA (initial) yang dimulai pada tahun 2018 sampai dengan 2022, meliputi terminal petikemas dan terminal multipurpose dengan panjang dermaga 1000 m, trestle dengan panjang 3.450 m, dengan estimasi kapasitas terminal petikemas sebesar 500.000 TEUs dan estimasi kapasitas terminal multipurpose sebesar 500.000 Ton yang didukung lahan seluas 200 Ha.

Sejumlah persiapan yang telah dilaksanakan untuk mendukung operasional terminal antara lain yakni: penetapan daerah lingkungan kerja pelabuhan (DLKR) dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKP), penetapan perairan wajib pandu, pemberian izin uji coba operasi, penetapan alur pelayaran, pelimpahan pemanduan dan penerbitan izin operasional.