Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gandeng Stafsus Presiden Dan IFAD

Kementan Dorong Petani Muda Indonesia Sasar Papua

Selasa, 15 November 2022 20:27 WIB
Kepala Pusat Pendidikan Kementan Idha Widi Arsanti, Presiden IFAD Alvaro Lario, dan Stafsus Presiden Bidang Pendidikan dan Inovasi, Billy Mambrasar. (Foto: Istimewa)
Kepala Pusat Pendidikan Kementan Idha Widi Arsanti, Presiden IFAD Alvaro Lario, dan Stafsus Presiden Bidang Pendidikan dan Inovasi, Billy Mambrasar. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar mendorong pengembangan petani muda Indonesia menyasar seluruh wikayah. Bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Billy membentuk Gerakan Petani Milenial.

Untuk pendanaan, Billy dan Kementan berkolaborasi dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Sebuah Badan Khusus PBB yang bekerja membantu sektor pertanian di daerah-daerah rural.

Adalah Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS), sebuah program kemitraan Indonesia melalui Kementan, dan IFAD. Tujuannya adalah melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian.

Billy menerangkan, salah satu upaya program YESS adalah memfasilitasi kreativitas generasi milenial untuk berkarya dan berwirausaha di sektor pertanian. Program ini dibiayai oleh IFAD sebesar kurang lebih 55,3 juta dollar AS untuk program selama 6 tahun berjalan (2019-2025).

Berita Terkait : Sebut Presidensi G20 Kali Ini Terberat, Jokowi Minta Dunia Bekerja Sama

"Saya mendengar kabar bahagia, bahwa Program ini akan diluncurkan juga di Indonesia Timur," ujar Billy di sela-sela kunjungan kerjanya di Subang, Jawa Barat (14/11).

Diketahui Billy mendampingi Presiden IFAD, Alvaro Lario, dan Kepala Pusat Pendidikan Kementerian Pertanian RI, Idha Widi Arsanti. Target yang akan dicapai selama 6 tahun program ini adalah mencetak 320.000 generasi petani muda di pedesaan hingga tahun 2025.

Sejak 2020 hingga 2022 sudah menyerap sebesar 35.288 peserta. Penerima hibah kompetitif adalah sebanyak 1,015 dan jumlah peserta pemagangan di berbagai institusi adalah sebanyak 755 petani.

"Tentunya termasuk Papua dan Papua Barat dengan target 5.000 petani muda. Kementan akan mulai dari Kabupaten Manokwari dan Kabupaten Sorong, lalu bergeser ke Provinsi lain. Ini akan saya sampaikan ke Presiden," sambung Billy.

Berita Terkait : Ganjar Presiden 2024 Gaet Dukungan Kowarteg Hingga Ratusan Pedagang Pasar Permai Koja

Tak lupa, Billy menyampaikan terimavkasih kepada Badan Pengembangan SDM Kementan RI, yang selama ini aktif mendukung visi Jokowi dalam rangka mencapai ketahanan pangan Indonesia.

Billy mengklaim, dirinya aktif menyampaikan program kemitraan IFAD dengan Kemantan kepada Presiden Jokowi. Sejak pengangkatannya sebagai Staf Khusus Presiden RI di tahun 2019, salah satu dari 5 program kerja utama Billy adalah pelatihan petani muda. Melalui kemitraan bersama dengan Program Petani Milenial.

"Saya aktif menyampaikan program kemitraan IFAD bersama dengan Kementerian Pertanian RI selama ini. Presiden Jokowi mendukung, bahkan juga menyampaikan apresiasi atas program bantuan terhadap petani muda Indonesia. Beliau bahkan juga sempat mengunjungi lahan binaan Petani Milenial bersama Menteri Pertanian RI tahun lalu," kata Staf Khusus Presiden Jokowi asal Papua itu.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat kesenjangan usia di di sektor pertanian. Jumlah petani per 2019 mencapai 33,4 juta orang. Adapun dari jumlah tersebut, petani muda di Indonesia yang berusia 20-39 tahun hanya 8 persen atau setara dengan 2,7 juta orang.

Berita Terkait : Hyundai Motor Dan Adaro Minerals Indonesia Teken MoU Jaminan Pasokan Aluminium

Billy menerangkan, faktor tersebut yang membuat Presiden Jokowi menaruh perhatian penuh kepada peningkatan jumlah anak muda Indonesia di sektor Pertanian. Sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilannya.

Ini dilakukan untuk mewujudkan regenerasi petani dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Indonesia dalam jangka panjang.

"Program ini akan sangat membawa perubahan bagi generasi muda Indonesia, khususnya di daerah terluar. Kerjasama ini (Kementan dan IFAD) menjadi sangat penting dan potensial memperkuat ketahanan pangan Indonesia yang berkelanjutan," pungkas Billy. ■