Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lampaui Target, Realisasi Investasi 2022 Tembus Rp 1.207,2 T

Selasa, 24 Januari 2023 21:30 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist)
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi triwulan IV-2022 mencapai Rp 314,8 triliun. Jumlah ini meningkat 2,3 persen dibanding periode yang sama sebelumnya dan berhasil menyerap 339.879 tenaga kerja.

Sementara, secara kumulatif realisasi investasi 2022 mencapai Rp 1.207,2 triliun. Jumlah ini 100,6 persen dari target yang ditentukan sebesar Rp 1.200 triliun. Capaian tersebut meningkat 34,0 persen dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2021 dan berhasil menyerap 1.305.001 tenaga kerja.

Berita Terkait : Bahlil Happy, Realisasi Investasi 2022 Lampaui Target Presiden Jokowi

“Alhamdulillah kita mampu mencapai sebesar Rp 1.207,2 triliun, secara tahunan tumbuh 34 persen. Ini salah satu pertumbuhan investasi yang terbesar. Target realisasi investasi di RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) kami sekitar Rp 968 triliun, sementara Bapak Presiden memberi target Rp 1.200 triliun. Alhamdulilah, saya terima kasih kepada teman-teman Kementerian Investasi dan DPMPTSP Provinsi, Kabupaten/Kota. Ini kerja kalian semua dan kerja kita semua mencapai 100,6 persen dan mencapai target,” ujar Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers, Sekasa (24/1).

Lebih lanjut, Bahlil juga menjelaskan, Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan IV-2022 sebesar Rp 175,2 triliun atau 55,6 persen dari total investasi yang masuk. Sementara, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 139,6 triliun atau 44,4 persen dari total investasi masuk.

Berita Terkait : Uang Beredar Desember 2022 Tembus Rp 8.525 T

Menurut eks Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu, data ini membuktikan pulihnya tingkat kepercayaan dunia usaha global kepada pemerintah Indonesia dengan terus meningkatnya iklim investasi di Indonesia pascapandemi Covid-19 ini.

“Kita harus bersyukur bahwa di tengah kegelapan ekonomi global, FDI (Foreign Direct Investment) yang masuk ke Indonesia masih tetap tumbuh sebesar 44,2 persen. Inilah sebuah kepercayaan yang harus diakui baik kepada yang suka maupun yang tidak suka terhadap pemerintahan ini. Bahwa realisasi investasi tumbuh. Itu adalah dampak dari apa yang menjadi kebijakan pemerintah di bawah pemerintahan pak Jokowi dan sekaligus melahirkan trust bagi para investor yang masuk ke Indonesia,” ujar Bahlil.