Dark/Light Mode

Emil Harap BUMD Jatim Jadi Pemasok Benih Bawang Putih Nasional

Sabtu, 17 Agustus 2019 21:32 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto (tengah) saat kunjungan kerja ke salah satu gudang BUMD di Jawa Timur. (Foto: Humas Kementan).
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto (tengah) saat kunjungan kerja ke salah satu gudang BUMD di Jawa Timur. (Foto: Humas Kementan).

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejak dicanangkan Program Swasembada Bawang Putih Nasional Tahun 2021 oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dua tahun silam, berbagai pihak mulai menunjukkan komitmennya untuk bersama pemerintah mewujudkan program tersebut. Mulai dari tingkat pusat sampai daerah. Tak terkecuali juga pelaku-pelaku usaha daerah di Jawa Timur (Jatim).

Sebagai salah satu perusahaan milik Pemprov Jatim, Puspa Agro yang didirikan semenjak era Gubernur Sukarwo telah menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan agrobisnis dan agroindustri. Untuk urusan pangan, BUMD Jatim ini mendapatkan penugasan dalam memenuhi dan menjaga kebutuhan bahan pangan termasuk didalamnya urusan bawang putih.

Sejak 2018, BUMD Jatim ini telah bermitra dengan petani bawang putih di sejumlah wilayah terutama di Pacet Mojokerto Jawa Timur, dan pada 2019, telah bermitra dengan sejumlah penangkar benih bawang putih di Jatim. Selain melakukan okupasi produksi benih bawang putih, benih-benih produksi penangkar tersebut selanjutnya diberi perlakuan vernalisasi yaitu didinginkan di ruang berpendingin (cold storage) pada suhu 10 derajat celsius selama 1 bulan. Cold storage ini berada di kawasan Jemundo di Sidoarjo. Tujuan vernalisasi adalah memperpendek masa dormansi bawang putih.

Abdullah Muchifudin, direktur salah satu BUMD di Jatim menyampaikan bahwa hingga saat ini benih bawang putih yang sudah dikuasainya mencapai 180 ton dengan kondisi berbagai umur simpan. “BUMD Jatim saat ini memiliki cold storage sebanyak 8 pintu. Masing-masing pintu mempunyai kapasitas simpan sekitar 60 ton. Dengan demikian total kemampuan simpan cold storage ini mencapai 480 ton,” jelas Udin, sapaan akrabnya. 

Baca juga : Membentuk Karakter Pancasila Lewat Paskibraka Nasional 2019

Masih menurut Udin, saat ini ada sekitar 3 pintu cold storage yang digunakan untuk proses vernalisasi bawang putih. “Ke depan seiring dengan meningkatnya panen bawang putih dan kebutuhan benih bawang putih dalam negeri, kami berencana akan terus melakukan okupasi terhadap benih-benih tersebut. Kami targetkan sampai akhir tahun 2019 ini dapat menyediakan benih bawang putih hingga 780 ton,” tambah Udin.

Toha, salah satu penangkar benih bawang putih di Jawa Timur yang juga menjadi salah satu mitra sekaligus anggota tim teknis BUMD menjelaskan bila varietas bawang putih yang divernalisasi tersebut adalah varietas Lumbu Hijau. Toha menambahkan bila benih-benih tersebut dihasilkan oleh petani bawang putih di sekitar Kota Batu dan Malang.

“Dari 180 ton benih yang saat ini divernalisasi di cold storage BUMD Jatim, 80 ton diantaranya sudah 100% siap edar dan kami pastikan mendapat sertifikasi sebagai benih sebar dari BPSB Jawa Timur,” tambah Toha.

Prihasto Setyanto, Dirjen Hortikultura, menyambut baik atas inisiatif BUMD Jatim tersebut untuk melebarkan sayap bisnis di bidang penyediaan benih bawang putih. Namun Anton, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa usaha perbenihan bawang putih sangat rentan terhadap pemalsuan.

Baca juga : Palembang Jadi Role Model Penataan Kawasan Nasional

“Perlu saya sampaikan bahwa usaha perbenihan bawang putih sangat rentan dengan berbagai masalah, antara lain adalah masalah pemalsuan. Hal ini saya sampaikan agar menjadi perhatian dan kehati-hatian pihak BUMD ke depan terkait usaha ini,” jelas Anton.

Anton juga menjelaskan bahwa untuk meningkatkan daya saing bawang putih dalam negeri maka benih yang digunakan harus berkualitas dicirikan dengan patah dorman dan memiliki umbi ukuran besar. Dia menyarankan agar dilakukan pemisahan terhadap suing-siung bawang putih yang hendak ditanam.

“Sebaiknya para petani maupun penangkar benih melakukan pemisahan atau sortasi umbi bawang putih sesuai ukuran besar kecilya. Selanjutnya saya menyarankan agar benih-benih hasil sortasi tersebut ditanam pada petak atau bedengan atau lot yang berbeda sesuai ukuran suing. Idealnya untuk mendapatkan hasil panen maksimal, ukuran siung benih bawang putih yang digunakan diatas 2 gram. Dan lebih penting lagi adalah pastikan benihnya telah patah dorman,” tambahnya.

Pada kesempatan lain, Direktur Perbenihan Hortikultura, Sukarman, menjelaskan bahwa pihaknya akan menyediakan standard operational procedure (SOP) untuk menyiapkan benih unggul bermutu bawang putih. "Kami siapkan SOP nya agar penangkar tahu bagaimana cara menyiapkan benih unggul bermutu bawang putih karena salah satu kunci sukses untuk menghasilkan bawang putih yang berdaya saing adalah dari perbenihannya" jelasnya.

Baca juga : Belanja Pemerintah Harus Beri Dampak Signifikan bagi Perekonomian Nasional

Hasrat BUMD untuk menjadi penyedia benih bawang putih seperti mendapat lampu hijau dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emir Dardak. “Kami berharap BUMD provinsi Jatim dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan menjadi solusi pemenuhan kebutuhan produk pertanian. Kami berharap fasilitas yang dimiliki BUMD seperti cold storage, pasar lelang, dan lain-lain dapat digunakan sebaik-baiknya untuk mendukung program pemerintah. Salah satunya pemanfaatan gudang berpendinginnya sebagai gudang benih bawang putih,” ujarnya.

Mengingat begitu besarnya potensi Jawa Timur sebagai produsen bawang putih, tidak berlebihan bila Emil juga bercita-cita menjadikan Jatim sebagai pusat industri benih bawang putih nasional dan pusat pemasaran hasil-hasil pertanian termasuk produk hortikultura. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.