Dark/Light Mode

Lanjutkan Komitmen Bersihkan Laut, Ini Gerakan Kemenhub

Sabtu, 26 Oktober 2019 14:31 WIB
Para pegawai Ditjen Hubla saat melakukan gerakan bersih-bersih pantai. (Foto: Dok. Ditjen Hubla)
Para pegawai Ditjen Hubla saat melakukan gerakan bersih-bersih pantai. (Foto: Dok. Ditjen Hubla)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanggal 12 September 2019 jadi hari bersejarah bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) karena telah berhasil mencatatkan rekor dunia Gerakan Bersih Laut dan Pantai (GLBP) Serentak di seluruh Indonesia yakni di 228 lokasi. Rekor ini sudah dicatat di Museum Rekor Indonesia (MURI).

Setelah berhasil pecahkan rekor itu, Kemenhub berkomitmen melanjutkan GBLP itu. Salah satunya dengan aksi bersih lingkungan kerja secara rutin di hari Jumat minggu terakhir setiap bulannya.

Berita Terkait : OOC 2019 Ditutup, Indonesia Sampaikan 3 Komitmen Baru

Itu diperkuat dengan adanya Instruksi Dirjen Perhubungan Laut Nomor: HK.211/11/DJPL/2019 tentang Pelaksanaan Kegiatan Bersih Lingkungan Kerja Secara Rutin di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. “Kami mengajak seluruh UPT di Lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Stakeholder terkait untuk melakukan kegiatan bersih-bersih baik di area Lingkungan Kerja, Pelabuhan, Laut dan Pantai secara rutin pada hari Jumat minggu terakhir di setiap bulannya,” ujar Dirjen Perhubungan Laut (Hubla), R Agus H Purnomo, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (26/10).

Untuk bulan ini, aksi bersih-bersih ini dilaksanakan pada 25 Oktober 2019, kemarin. Aksi diikuti seluruh UPT Ditjen Perhubungan Laut di seluruh Indonesia. “Sesuai arahan Menteri Perhubungan, program itu harus terus digulirkan. Saya yakin semua senang dengan pantai yang bersih, dengan laut yang bersih dan bisa dimulai dari pelabuhan-pelabuhan kita dan jadikan laut bersih sebagai halaman depan kita,” kata Agus. 

Berita Terkait : Ini Kontribusi Indonesia di OOC 2019 Norwegia

Menurutnya, energi serta semangat yang positif ini harus tetap dijaga demi menjaga kebersihan, kesehatan, dan keindahan lingkungan pelabuhan serta ekosistem kehidupan di laut. “Yang tak kalah penting ialah peran dari Tim Media Sosial atau Social Media Response Team (SMRT) Ditjen Perhubungan Laut untuk mempublikasikan kegiatan ini melaui foto, video, dan tulisan-tulisannya sehingga mempunyai dampak positif bagi masyarakat. Saya yakin, dengan aksi ini, rencana Indonesia mengurangi sampah plastik di laut sebesar 70 persen di tahun 2025 dapat terwujud,” ujar Agus. 

Agus menyampaikan apresiasi kepada seluruh UPT, stakeholder, dan masyarakat sekitar yang telah berpartisipasi dalam aksi gerakan bersih lingkungan kerja ini. "Terima kasih untuk UPT-UPT Ditjen Hubla, stakeholder dan masyarakat sekitar yang sudah berpartisipasi. Lakukan kegiatan ini secara rutin dan yakinlah bahwa lingkungan bersih akan menciptakan semangat kerja yang menghasilkan energi positif bagi kita semua. Bersatu kita kuat, bersama kita hebat," tutup Agus. [USU]